Bhataramedia.com – Lukisan yang lama hilang telah ditemukan di dinding candi kuno Angkor Wat Kamboja, berkat pengamatan yang tajam dari peneliti Australian National University (ANU).

Lukisan-lukisan kuno tersebut berusia hampir 500 tahun lalu dan menggambarkan dewa, hewan, kapal dan candi itu sendiri. Lukisan-lukisan tersebut telah memberikan sejarawan pemahaman baru mengenai kehidupan pada waktu yang relatif tidak dikenal di dalam sejarah Kamboja.

Peneliti seni batu, Noel Hidalgo Tan, menemukan gambar tersembunyi saat bekerja sebagai sukarelawan di sebuah penggalian arkeologi di Angkor Wat selama masa liburan universitas pada tahun 2010.

“Aku sedang berjalan melalui kuil pada istirahat makan siang dan aku melihat beberapa warna di dinding. Aku mengambil beberapa gambar, tetapi tidak berpikir akan menjadi sesuatu yang istimewa,” kata Tan, dari ANU ANU Department of Archaeology and Natural History.

Pada saat Tan meningkatkan gambar di komputernya, lukisan-lukisan muncul dan mengungkapkan karya seni yang telah lama hilang.

“Itu adalah momen yang luar biasa. Saya tidak berharap gambar-gambar tersebut menjadi sangat rumit dan rinci,” kata Tan, seperti dilansir Australian National University (04/06/2014).

Angkor Wat adalah salah satu monumen paling terkenal di dunia dan merupakan simbol nasional Kamboja. Dibangun pada abad ke-12, Angkor Wat berada di pusat kota Angkor, yang merupakan ibukota dari kerajaan Khmer dari abad 9 hingga 15.

Situs warisan dunia ini menarik sekitar dua juta turis per tahun.

Meskipun jumlah pengunjung sangat besar, lukisan-lukisan tersebut tidak disadari. Sebagian besar lukisan telah memudar bila dilihat dengan mata telanjang dan banyak berada di daerah candi yang gelap.

Tan kembali ke kuil pada tahun 2012 untuk melakukan penyelidikan secara rinci bekerja sama dengan peneliti Kamboja Im Sokrithy, Heng Than dan Khieu Chan.

Sisa-sisa lukisan awalnya dianggap grafiti yang ditinggalkan oleh wisatawan ke kuil. Namun, hal yang mengejutkan Tan adalah banyak lukisan menggambarkan rincian rumit mengenai kehidupan sehari-hari, dengan sedikit kemiripan pada gambar grafiti lain yang didokumentasikan.

Tim arkeolog menunjukkan bahwa lukisan-lukisan tersebut tampaknya berasal dari abad ke-16 di masa pemerintahan Raja Ang Chan. Dia menugaskan pemugaran candi dari sebuah kuil Hindu Vishnavaite untuk digunakan penganut Buddha Theravada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here