Beranda Science “Jantung Mini” Bagi Penderita CVI (Insufisiensi Vena Kronis)

“Jantung Mini” Bagi Penderita CVI (Insufisiensi Vena Kronis)

2083
Mekanisme kerja katub vena. (Image: Was a bee)
Mekanisme kerja katub vena. (Image: Was a bee)
Mekanisme kerja katub vena. (Image: Was a bee)

Bhataramedia.com – Insufisiensi vena kronis atau CVI adalah kondisi medis dimana pembuluh darah tidak dapat memompa secara maksimal darah yang miskin oksigen kembali ke jantung. CVI sering terjadi pada kaki sehingga CVI (Chronic Venous Insufficiency) atau insufisiensi vena kronis dapat dikatakan sebagai suatu kondisi yang terjadi ketika dinding vena dan atau katup pada pembuluh vena di kaki tidak bekerja secara efektif, sehingga sulit bagi darah untuk kembali ke jantung dari kaki. CVI menyebabkan darah menjadi menyatu di dalam pembuluh darah, dan penyatuan ini disebut stasis.

CVI adalah salah satu penyakit yang banyak diderita orang diatas usia 50 tahun, terutama di negara maju, selain itu penyakit ini juga seringkali muncul pada penderita diabetes. Baru-baru ini peneliti dari George Washington University menciptakan organ baru yang dapat membantu mengembalikan aliran darah ke jantung yang diakibatkan hilangnya fungsi katup pada pembuluh darah balik (Vena).

Sebuah “cincin” yang terbuat dari sel otot jantung dan dapat berkontraksi secara berirama ditempatkan mengelilingi vena yang berfungsi sebagai jantung mini. “Cincin” tersebut dibuat menggunakan sel punca (stem cells) dari pasien itu sendiri, sehingga dapat mengurangi resiko penolakan dari tubuh. Pada penelitian ini untuk pertama kalinya sel punca (stem cells) digunakan sebagai bahan untuk menciptakan, dan bukan hanya untuk memperbaiki organ yang rusak.

Sarvazyan, profesor di bidang farmakologi dan fisiologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, George Washington University mengatakan bahwa, “Kita bisa membuat jantung baru di luar jantung yang telah kita miliki, dan dengan menempatkannya di bawah kaki, secara signifikan dapat meningkatkan aliran darah vena.” Temuan ini dipublikasikan di Journal of Cardiovascular Pharmacology and Therapeutics baru baru ini. Hal yang menjadi sebuah terobosan di bidang teknik jaringan ini telah menyediakan cara yang lebih maju hingga tahap menciptakan organ daripada sekedar memperbaiki organ. Sarvazyan, bersama-sama dengan anggota timnya sedang menguji temuan ini secara in vivo.

Referensi Jurnal :

N. Sarvazyan. Thinking Outside the Heart: Use of Engineered Cardiac Tissue for the Treatment of Chronic Deep Venous Insufficiency. Journal of Cardiovascular Pharmacology and Therapeutics, 2014; DOI: 10.1177/1074248413520343.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here