L-MP196
Struktur kimia L-MP196. (Credit: Wenzel, et al., 2014)

Bhataramedia.com – Peptida kecil mampu menyerang bakteri dengan berbagai cara dan peptida ini mungkin dapat menjadi generasi baru untuk antibiotik. Ahli biologi di Ruhr-Universität Bochum (RUB) telah meneliti bagaimana peptida tersebut dapat membunuh sel-sel bakteri.

“Sangat mungkin bahwa, dalam waktu sepuluh tahun, semua antibiotik yang saat ini dipasarkan akan kehilangan kekuatan, karena bakteri akan menjadi resisten terhadap semua agen aktif,” kata Profesor Dr Julia Bandow, Seperti dilansir laman Ruhr-University Bochum (25/3/2014). “Oleh karena itu, sudah saatnya untuk mengembangkan obat antibakteri baru.”

Bersama dengan rekan-rekan dari Jerman, Austria, dan Kanada, dia melaporkan cara kerja peptida tersebut di jurnal Proceeding of National Academy of Sciences USA (PNAS).

Sebelum Dipasarkan, Mekanisme Kerja Suatu Obat Harus Dipahami Secara Mendalam

Julia Bandow dan timnya, telah mempelajari peptida MP196 sebagai sampel dari kelompok yang sangat kecil dari peptida bermuatan positif yang terdiri dari 4-10 asam amino. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa MP196 mampu menyerang berbagai bakteri secara efisien, termasuk patogen multi-resisten yang sering menimbulkan masalah dan menyebabkan sepsis (keracunan darah). Namun, bagaimana mekanisme MP196 untuk membunuh bakteri masih belum jelas. Oleh karena itu, dalam rangka mendapat persetujuan sebagai obat, mekanisme kerjanya harus dipahami sepenuhnya.

Peptida mengganggu biosintesis dinding sel dan respirasi sel

Para ahli biologi telah menemukan jawaban atas pertanyaan di atas. Mereka menunjukkan bahwa peptida MP196 terintegrasi ke dalam membran sel bakteri. Lalu, MP196 mendelokalisasikan protein lokal pada membran sel bakteri yang berperan penting pada proses vital. Hal ini menyebabkan MP196 dapat mengganggu biosintesis dinding sel, yaitu pada bagian amplop luar yang membungkus membran sel dan memberikan stabilitas fisik. Selain itu, juga menghambat respirasi sel dan produksi molekul ATP. Pada gilirannya akan menyebabkan sel kekurangan energi, sehingga mencegah sintesis makromolekul penting yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri.

Mengembangkan resistensi terhadap MP196 mungkin sangat sulit

“Dengan mendelokalisasi protein penting pada membran, maka MP196 mengganggu sejumlah proses seluler yang terjadi pada membran,” kata Julia Bandow. “Akibatnya, resistensi terhadap peptida ini tampaknya akan sangat sulit.” Para peneliti yakin bahwa MP196 dapat berfungsi sebagai perancah (scaffolding/struktur penyangga) untuk mengembangkan obat yang mampu menyerang bakteri kelas tertentu tanpa merusak sel-sel manusia. Interaksi MP196 dengan membran sel dipengaruhi oleh asam lemak yang ada di dalam membran. Komposisi membran sel sangat bervariasi, tidak hanya antara sel manusia dan bakteri, tetapi juga antara kelas yang berbeda dari bakteri.

Referensi Jurnal :

M. Wenzel, A. I. Chiriac, A. Otto, D. Zweytick, C. May, C. Schumacher, R. Gust, H. B. Albada, M. Penkova, U. Kramer, R. Erdmann, N. Metzler-Nolte, S. K. Straus, E. Bremer, D. Becher, H. Brotz-Oesterhelt, H.-G. Sahl, J. E. Bandow. Small cationic antimicrobial peptides delocalize peripheral membrane proteins. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2014; DOI: 10.1073/pnas.1319900111.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here