Cholecalciferol (D3).
Cholecalciferol (D3).

Bhataramedia.com – Berdasarkan Pedoman baru yang dikeluarkan oleh Institute of Medicine (LSM Kesehatan di Amerika Serikat), jumlah anak-anak yang berisiko memiliki level rendah atau kekurangan vitamin D berkurang secara drastis dari perkiraan sebelumnya. Hal ini menjadi dasar pada penelitian yang dilakukan oleh Loyola University Chicago Stritch School of Medicine.

Penelitian yang dipimpin oleh Holly Kramer, MD, MPH, dan Ramon Durazo-Arvizu, PhD, diterbitkan secara online di Journal of Pediatric Endocrinology and Metabolism.

Seperti dilansir dari laman Loyola University Health System (24/3/2014), pedoman ini menjelaskan bahwa kebanyakan orang mendapatkan cukup vitamin D ketika kadar vitamin D di dalam darah berada pada atau di atas 20 nanogram per mililiter (ng/ml). Pediatric Endocrine Society memiliki pedoman yang sama. Namun, pedoman lain merekomendasikan kadar vitamin D harus di atas 30 ng/ml.

Para peneliti dari Loyola mempelajari data vitamin D dari sampel nasional yang meliputi 2.877 anak-anak Amerika dan remaja usia 6 sampai 18 tahun yang berpartisipasi dalam Survei Kesehatan dan Pengujian Gizi Nasional.

Studi ini menemukan bahwa berdasarkan pedoman dari Institute of Medicine, 10,3 persen anak-anak usia 6 sampai 18 tahun beresiko mengalami kadar vitamin D yang tidak memadai atau kurang (jumlahnya diperkirakan sekitar 5,5 juta anak-anak.)

Sebagai perbandingan, sebuah studi pada tahun 2009 di jurnal Pediatrics mendefinisikan bahwa tingkat vitamin D yang cukup adalah lebih besar dari 30 ng/ml. Selanjutnya, studi ini menemukan bahwa, sekitar 70 persen orang dari usia 1 sampai 21 tahun memiliki tingkat vitamin D yang kurang atau tidak cukup.

Berdasarkan pedoman sebelumnya, jutaan anak-anak yang memiliki kadar vitamin D antara 20 dan 30 ng/ml perlu mendapatkan suplementasi. Sedangkan berdasarkan pedoman Institute of Medicine, anak-anak dengan kadar vitamin D dalam kisaran ini tidak perlu lagi mengkonsumsi suplemen vitamin D.

Studi baru ini menemukan bahwa anak-anak yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D di bawah pedoman Institute of Medicine lebih cenderung kelebihan berat badan dan sering dialami oleh perempuan, kulit hitam dan berusia antara 14 hingga 1 tahun.

Lalu, mengapa Institute of Medicine mengambil level kekurangan vitamin D lebih rendah dari studi sebelumnya, yaitu studi pada tahun 2009 di jurnal Pediatrics?

Pedoman baru kadar vitamin D dari The Institute of Medicine didasarkan pada hampir 1.000 penelitian yang diterbitkan dan kesaksian dari para ilmuwan dan ahli lainnya. Institute of Medicine (IOM) menemukan bahwa, vitamin D sangat penting untuk menghindari kesehatan tulang yang buruk, seperti rakhitis.

Namun, ada hasil studi yang bertentangan dan bervariasi dalam studi-studi tersebut, yaitu mengenai apakah vitamin D juga dapat melindungi terhadap kanker, penyakit jantung, penyakit autoimun dan diabetes. Selain itu, menurut temuan Institute of Medicine, vitamin D yang berlebihan dapat merusak ginjal dan hati. Hal terakhir inilah yang menyebabkan IOM menurunkan level kekurangan vitamin D.

Referensi Jurnal :

Vytas P. Karalius, Daniel Zinn, James Wu, Guichan Cao, Carla Minutti, Amy Luke, Holly Kramer, Ramon Durazo-Arvizu. Prevalence of risk of deficiency and inadequacy of 25-hydroxyvitamin D in US children: NHANES 2003–2006. Journal of Pediatric Endocrinology and Metabolism, 2014; 0 (0) DOI: 10.1515/jpem-2013-0246.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here