lari, jogging
Luangkan waktu anda untuk aktivitas fisik. (Photo: Peter van der Sluijs)

Bhataramedia.com – Melakukan olahraga selama lebih dari satu jam dalam sehari dapat mengurangi risiko terjangkit kanker payudara, dan ini berlaku untuk perempuan dari segala usia dan berat badan, dan juga tidak terpengaruh oleh lokasi geografis. Hal tersebut menurut penelitian yang dipresentasikan pada European Breast Cancer Conference ke-9 (EBCC-9). Dibandingkan dengan wanita yang kurang aktif, wanita yang melakukan aktivitas fisik yang tinggi dapat mengurangi risiko kanker payudara sebesar 12%, kata peneliti.

Profesor Mathieu Boniol, Direktur Penelitian di International Prevention Research Institute, Lyon, Prancis, baru-baru ini melaporkan hasil meta-analisis dari 37 studi yang diterbitkan antara tahun1987 hingga 2013, yang mewakili lebih dari empat juta wanita. “Semua studi tersebut melihat hubungan antara latihan fisik dan risiko kanker payudara yang telah diterbitkan sampai saat ini, sehingga kami yakin bahwa hasil analisis kami sangat kuat,” katanya, seperti dilansir laman The European CanCer Organisation (ECCO) (19/3/2014).

Meskipun hasilnya bervariasi sesuai dengan jenis tumor, secara keseluruhan hasil yang didapatkan cukup menggembirakan, kata para peneliti. Namun, pada wanita yang melakukan terapi penggantian hormon / Hormone Replacement Therapy (HRT), efek perlindungan dari olahraga tampaknya tidak berlaku. Seiring meningkatnya kesadaran akan efek samping dari HRT, maka penggunaannya kemungkinan akan menurun di sejumlah negara, dan ini berarti bahwa efek menguntungkan dari aktivitas fisik kemungkinan besar akan tumbuh di tahun-tahun mendatang. “Apakah hal ini akan terjadi adalah pertanyaan yang menarik dan layak untuk ditindaklanjuti di kemudian hari,” kata Prof Boniol.

Aktivitas fisik dikenal memiliki peran protektif pada kanker jenis lain, serta pada gangguan seperti penyakit jantung. Meskipun mekanisme dari efeknya belum begitu jelas, hasilnya sebagian besar bersifat independen berdasarkan indeks massa tubuh / body mass index (BMI). Usia di mana kegiatan olahraga dimulai, tampaknya juga menjadi tidak penting. Para peneliti tidak menemukan indikasi bahwa risiko kanker payudara akan menurun hanya ketika aktivitas fisik dimulai pada usia muda.

“Dengan menambahkan kanker payudara (termasuk jenis agresif) ke dalam daftar penyakit yang dapat dicegah dengan aktivitas fisik, seharusnya dapat mendorong kota-kota agar mengembangkan fasilitas olahraga yang lebih baik,” kata Prof Boniol. “Ini adalah strategi berbiaya rendah dan sederhana untuk mengurangi risiko penyakit yang saat ini memerlukan biaya yang sangat tinggi, baik pada sistem kesehatan dan pasien serta keluarga mereka. Ini adalah kabar baik bagi individu maupun bagi para pembuat kebijakan.”

Dr Hilary Dobson, ketua panitia nasional EBCC-9 berkomentar: “Temuan ini penting untuk semua wanita, terlepas dari usia dan berat badan mereka. Walaupun mekanisme untuk efek potensi perlindungan dari aktivitas fisik masih belum jelas, analisis yang disajikan di sini, menyediakan informasi bagi wanita sebagai dorongan nyata untuk meningkatkan aktivitas fisik mereka dengan cara-cara sederhana dan secara bertahap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here