Bhataramedia.com – Ikan pemanah berburu dengan menembakkan pancaran air pada serangga, laba-laba, atau bahkan kadal kecil pada daun atau ranting. Air tersebut menjatuhkan mangsa ke dalam air untuk kemudian ditelan oleh ikan tersebut. Sekarang, studi yang diterbitkan di Cell Press jurnal Current Biology pada tanggal 4 September menemukan bahwa ikan tersebut jauh lebih mudah beradaptasi dan merupakan penembak yang lebih terampil daripada yang diketahui sebelumnya. Para peneliti mengatakan bahwa ikan pemanah benar-benar menggunakan air sebagai alat, sehingga membuat ikan tersebut menjadi hewan yang pertama dikenal menggunakan alat untuk dengan secara adaptif mengubah sifat hidrodinamika dari air.

Sebenarnya mudah untuk melihat kegunaan dari keterampilan mengesankan ikan pemanah.

“Kesan yang dominan dari kerja lapangan kami di Thailand selama beberapa tahun adalah bahwa hanya ada sangat sedikit sasaran untuk benar-benar ditembak, jadi penting bagi ikan untuk menembak secara efisien,” kata Stefan Schuster dari University of Bayreuth di Jerman. “Ikan pemanah harus dapat benar-benar secara kuat mengenai mangsa dari berbagai jarak,” lanjut Schuster.

Schuster dan Peggy Gerullis membuat penemuan ini dengan melatih ikan pemanah untuk menembak target dengan jarak mulai dari 20 sampai 60 cm. Para peneliti kemudian mengamati berbagai aspek dari produksi pancaran  air dan propagasi pada saat ikan melakukan tembakan.

Studi ini menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan sebelum massa air sampai di ujung pancaran tidak tetap. Sebaliknya, ikan pemanah membuat penyesuaian untuk memastikan bahwa kumpulan air terbentuk sebelum mengenai target. Anehnya, para peneliti melaporkan bahwa ikan pemanah mencapai hal tersebut dengan memodulasi perubahan dinamika pada penampang pembukaan mulutnya. Para peneliti menulis bahwa penyesuaian waktu yang dibutuhkan ikan pemanah untuk secara kuat menembakkan air dan mencapai target dari berbagai jarak secara mengejutkan sebanding dengan kemampuan unik manusia di dalam hal melempar secara kuat.

“Salah satu dari keunikan manusia adalah kemampuan kita untuk secara kuat melempar batu atau tombak pada target jarak jauh,” kata Schuster.

“Ini benar-benar kemampuan yang mengesankan dan membutuhkan kontrol waktu yang tepat dari gerakan. Telah diyakini bahwa kemampuan ini telah memaksa otak kita untuk menjadi lebih besar dengan membentuk lebih banyak neuron yang bekerja untuk presisi. Dengan semakin banyaknya neuron, neuron dapat digunakan untuk tugas-tugas lain selain di dalam tugas melempar secara presisi. Sungguh luar biasa bahwa penalaran yang sama juga dapat diterapkan untuk ikan pemanah,” jelas Schuster, seperti dilansir Eurekalert (4/9/2014).

Dia ia menambahkan bahwa ada kemungkinan bahwa mekanisme yang digunakan ikan pemanah untuk mengontrol air dengan presisi dapat digunakan untuk aplikasi peralatan manusia. Pancaran yang disesuaikan adalah bisnis besar di banyak industri, termasuk obat-obatan.

“Masalah terbesar adalah bagaimana memodifikasi sifat abrasif dari pancara. Biasanya hal ini dilakukan dengan memodulasi tekanan rilis atau dengan memvariasikan sifat abrasif yang ditambahkan ke dalam pancaran,” kata Schuster.

Referensi :

Peggy Gerullis, Stefan Schuster. Archerfish Actively Control the Hydrodynamics of Their Jets. Current Biology, 2014 DOI: 10.1016/j.cub.2014.07.059.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here