Fosil Pakis
Fosil Pakis. (Credit: Benjamin Bomfleur)

Bhataramedia.com – Para peneliti dari Universitas Lund dan Swedish Museum of Natural History telah membuat penemuan yang unik di dalam pakis yang terawetkan dengan baik. Pakis tersebut hidup pada 180 juta tahun yang lalu. Inti sel dan kromosom individu yang masih utuh telah ditemukan di dalam fosil tanaman pakis itu, hal tersebut terjadi berkat letusan gunung berapi yang terjadi secara tiba-tiba.

Fosil pakis yang berasal dari daerah selatan Swedia, Skåne, ini sangat menarik perhatian komunitas riset.

Seperti dilansir laman Lund University (21/3/2014), tanaman ini hidup sekitar 180 juta tahun yang lalu, selama periode Jurassic, pada saat itu daerah Skåne adalah daerah tropis di mana faunanya didominasi oleh dinosaurus, dan gunung berapi merupakan fitur yang umum pada lanskap daerah tersebut. Fosil pakis tersebut telah dipelajari dengan menggunakan teknik mikroskopis yang berbeda, yaitu sinar-X dan analisis geokimia. Hasil pengamatan mengungkapkan bahwa tanaman tersebut terawetkan secara instan setelah letusan gunung berapi. Pakis tersebut secara tiba-tiba terkubur di bawah aliran lava gunung berapi.

“Proses pengawetan itu terjadi begitu cepat sehingga beberapa sel bahkan telah diawetkan selama tahap-tahap yang berbeda dari pembelahan sel,” kata Vivi Vajda, Profesor Geologi di Universitas Lund.

Berkat kematian mendadak tersebut, komponen sensitif dari sel telah diawetkan. Para peneliti telah menemukan inti sel, membran sel dan bahkan kromosom individu. “Struktur seperti ini sangat jarang ditemukan pada penemuan fosil,” kata Vivi Vajda.

“Hal natural seperti ini tentu membuat kita berpikir bahwa seharusnya ada lebih banyak fosil dengan keadaan yang sama dan menunggu untuk ditemukan. Tidaklah sulit untuk membayangkan organisme apa saja yang terperangkap dalam aliran lava di daerah Skåne,” kata Vivi Vajda.

Profesor Vajda melakukan penelitian ini bersama dengan dua peneliti dari Swedish Museum of Natural History, Benjamin Bomfleur dan Stephen McLoughlin. Pakis yang mereka teliti berasal dari famili Osmundaceae, Pakis Raja. Di zaman modern, pakis raja tumbuh di alam liar Swedia dan juga merupakan tanaman kebun yang umum. Perwakilan yang masih hidup dari famili ini sangat mirip penampilannya dengan fosil pakis era Jurassic tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan evolusioner terbatas telah terjadi selama ribuan tahun. Dengan membandingkan ukuran inti sel dari fosil dengan kerabatnya yang masih hidup, para peneliti telah mampu menunjukkan bahwa pakis raja memiliki stabilitas evolusi yang luar biasa.

“Pada dasarnya, pakis raja pada saat ini dan pakis raja selama Periode Jurassic adalah sama. Oleh karena itu, hal ini merupakan contoh yang sangat baik dari apa yang kita sebut sebagai fosil hidup,” kata Vivi Vajda.

Profesor Vajda juga telah menanggali batuan yang mengelilingi fosil dengan mempelajari serbuk sari dan spora yang terawetkan di dalam batuan tersebut. Analisis mereka menunjukkan bahwa, aliran lava yang terjadi berumur sekitar 180 juta tahun yang lalu, dari Periode Jurassic awal. Hasil ini disempurnakan dengan analisis penanggalan radiometrik yang sebelumnya dilakukan pada kerucut gunung berapi di dekatnya. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa spora dari pakis raja, serta serbuk sari dari pohon konifer, termasuk cypress dan sikas, ditemukan dalam jumlah yang banyak pada batu vulkanik. Ini adalah bukti dari vegetasi yang bervariasi serta iklim yang panas dan lembab pada saat daerah itu dilanda oleh bencana letusan gunung berapi.

Fosil pakis yang unik ini dikumpulkan pada tahun 1960, dekat Korsaröd di Skåne bagian tengah. Petani yang bernama Gustav Andersson menyumbangkan fosil tesebut ke Swedish Museum of Natural History. Fosil tersebut menjadi koleksi museum dan telah terlupakan selama lebih dari 40 tahun, sebelum datangnya perhatian dari para peneliti. Temuan dari penelitian ini telah diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Science.

Referensi Jurnal :

B. Bomfleur, S. McLoughlin, V. Vajda. Fossilized Nuclei and Chromosomes Reveal 180 Million Years of Genomic Stasis in Royal Ferns. Science, 2014; 343 (6177): 1376 DOI: 10.1126/science.1249884.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here