Professor Michael Kimlin dan Dr David Borrodale
Professor Michael Kimlin dan Dr David Borrodale. (Credit: Queensland University of Technology)

Bhataramedia.com – Wanita yang sedang hamil atau mencoba untuk hamil dan mengkonsumsi suplemen asam folat kemungkinan berisiko mengalami pengurangan manfaat folat yang mereka konsumsi akibat paparan sinar matahari. Hal ini menurut studi baru di Queensland University of Technology (QUT).

Pada sebuah jurnal yang berjudul Exposure to solar ultraviolet radiation is associated with decreased folate status in women of childbearing age, yang diterbitkan di Journal of Photochemistry and Photobiology B: Biology, para peneliti dari QUT menemukan bahwa paparan sinar UV secara signifikan mengurangi kadar folat.

Profesor Michael Kimlin dan Dr. David Borradale, dari AusSun Research Lab QUT, mengatakan; studi pada 45 wanita muda sehat di Brisbane yang berusia 18 hingga 47 tahun, menunjukkan tingginya tingkat paparan sinar matahari menyumbang sampai 20 persen pengurangan tingkat folat di tubuh.

“Ini memprihatinkan, karena manfaat asam folat sudah banyak dikenal, dimana para profesional di bidang kesehatan mendesak perempuan muda untuk mengambil suplemen asam folat sebelum dan selama kehamilan,” kata Profesor Kimlin, seperti dilansir dari laman Queensland University of Technology (19/3/2014).

“Folat telah diketahui dapat mengurangi keguguran dan cacat tabung saraf seperti spina bifida pada bayi yang belum lahir. National Health and Medical Research Council (NHMRC) merekomendasikan wanita hamil atau mereka yang merencanakan kehamilan mengkonsumsi 500 mikrogram folat per hari.”

Profesor Kimlin mengatakan, melalui penelitian ini telah ditemukan bahwa wanita yang mengalami tingkat paparan sinar matahari tinggi ternyata memiliki kadar folat di bawah yang direkomendasikan untuk wanita yang merecanakan ingin mengalami kehamilan.

“Para wanita yang berisiko mengalami hal ini adalah mereka yang berada di luar pada saat paparan sinar UV paling intens (antara jam 10:00 a.m – 03:00 p.m) tanpa atau sedikit menggunakan perlindungan terhadap paparan sinar matahari,” kata Profesor Kimlin

“Para wanita yang memiliki tingkat tertinggi dari paparan sinar matahari dan tingkat terendah folat, tidak mengalami kekurangan folat, namun kadar folatnya berada pada sisi yang lebih rendah dari normal.”

Dr. Borradale mengatakan, dalam menunjukkan hubungan antara paparan UV dan penurunan kadar folat, diperlukan adanya penelitian lebih lanjut termasuk percobaan klinis terkontrol.

“Kami tidak mengatakan kepada wanita untuk berhenti minum suplemen folat, melainkan mendesak perempuan untuk berbicara dengan dokter mereka tentang tingkat folat dan pentingnya folat dalam pola makan mereka, khususnya mereka yang sedang merencanakan kehamilan,” kata Dr. Borradale. “Hasil dari penelitian ini dapat memperkuat kebutuhan akan tingkat folat yang cukup sebelum dan selama kehamilan.”

Apa itu folat dan bagaimana saya bisa mendapatkannya?

Asam folat adalah vitamin B yang sangat penting bagi wanita hamil dan mereka yang merencanakan kehamilan. Folat dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau seperti bayam, buah, jeruk, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Asam folat juga telah ditambahkan ke dalam makanan seperti roti, tepung dan pasta. Asam folat juga dapat dikonsumsi dalam bentuk pil.

Referensi Jurnal :

D. Borradale, E. Isenring, E. Hacker, M.G. Kimlin. Exposure to solar ultraviolet radiation is associated with a decreased folate status in women of childbearing age. Journal of Photochemistry and Photobiology B: Biology, 2014; 131: 90 DOI: 10.1016/j.jphotobiol.2014.01.002.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here