Bhataramedia.com – Studi dari University of Exeter menemukan bahwa lalat jantan mati lebih awal dari lalat betina ketika dipaksa untuk berkembang dengan tekanan persaingan pasangan dan ketahanan hidup di masa remaja. Hasil ini dapat membantu para peneliti memahami mekanisme yang terlibat dalam penuaan.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Functional Ecology tersebut, menggunakan populasi lalat Drosophila simulans yang telah berevolusi di bawah seleksi yang berbeda. Studi ini menunjukkan bahwa persaingan pasangan (seleksi seksual), bersama dengan kelangsungan hidup (seleksi alam), berdapampak lebih keras terhadap penuaan pada lalat jantan daripada lalat betina. Tekanan tersebut mengurangi umur lalat jantan sekitar sepertiga.

Beberapa spesies, seperti lalat yang digunakan di dalam penelitian ini, menua lebih cepat selama beberapa hari. Sementara spesies lainnya, termasuk beberapa pohon dan ikan paus, mengalami penuaan secara perlahan.

“Kami menemukan perbedaan dramatis di dalam efek seleksi seksual dan alam pada lalat jantan dan betina. Hasil ini dapat membantu menjelaskan pengaruh perbedaan jenis kelamin terhadap umur yang terlihat di banyak spesies, termasuk manusia, serta variasi pola penuaan kita yang terjadi di alam,” kata Profesor David Hosken, seperti dilansir University of Exeter (01/12/2014).

Lalat-lalat yang digunakan diberi seleksi seksual dan alam yang tinggi atau santai dan dibiarkan berkembang di dalam kondisi ini. Untuk meningkatkan seleksi seksual, sekelompok lalat jantan ditempatkan dengan satu lalat betina. Peningkatan suhu diatas ambang normal digunakan untuk meningkatkan seleksi alam.

Lalat jantan menarik lalat betina dengan bernyanyi, menari dan mengeluarkan bau tertentu. Namun, upaya-upaya ini memiliki konsekuensi yang cukup besar dan konsekuensinya meningkat ketika lalat jantan juga harus mengatasi tekanan suhu (seleksi alam).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa di bawah seleksi seksual dan alam yang santai, lalat jantan dan betina memiliki rentang hidup yang sangat mirip, sekitar 35 hari. Namun, lalat jantan yang berkembang di bawah seleksi seksual dan seleksi alam yang lebih tinggi memiliki umur lebih pendek (hanya 24 hari) dan meninggal tujuh hari lebih awal dari lalat betina di bawah kondisi yang sama.

Baik seleksi seksual maupun seleksi alam ditemukan mempengaruhi rentang usia, tetapi efeknya lebih besar pada lalat jantan. Temuan ini menunjukkan bahwa jenis kelamin dapat merespon secara berbeda terhadap kondisi seleksi yang sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here