Sel tumor mengekspresikan p53
Sel tumor mengekspresikan p53 (kiri) sehingga hanya terjadi sedikit pembentukan adesi fokal (merah) dan menurunkan kadar p130Cas aktif (hijau), hal ini membuat sel menjadi non invasive, jika dibandingkan dengan sel tumor yang kekurangan p53 (kanan). Credit: Yamauchi et al., 2014.

Bhataramedia.com – Tumor supressor p53 dapat mencegah onkogen (gen yang berpotensi menyebabkan kanker) mengubah sel normal menjadi sel tumor dengan cara membunuh sel-sel yang rusak atau menyebabkan mereka menjadi tidak aktif. Kadang-kadang onkogen berhasil memulai perkembangan tumor dengan keberadaan p53, namun, tumor supresor tersebut tidak menyerah dan hanya fokus pada upaya membatasi kemampuan tumor untuk menyerang dan bermetastasis. Penelitian terbaru di The Journal of Cell Biology mengungkapkan salah satu cara mengenai mekanisme p53 untuk mencegah invasi oleh sel kanker.

Seperti dilansir laman The Rockefeller University Press (19/3/2014), tim peneliti yang dipimpin oleh Keiko Kawauchi dari Mechanobiology Institute di National University of Singapore, mempelajari sel-sel yang berubah menjadi sel kanker dengan menggunakan Ras, yaitu onkogen yang paling umum pada kanker yang terjadi di manusia. Mereka membandingkan sel yang sudah diinduksi Ras dengan perlakuan ada dan tidaknya p53. Peneliti mengamati bahwa sel yang mengekspresikan p53 ternyata lebih tahan terhadap tumor invasif dan membentuk adesi fokal yang lebih sedikit. Adesi fokal (atau adesi matiks sel) adalah hubungan molekuler yang menghubungkan scaffolding struktural dalam sel dengan matriks ekstraseluler yang mengelilingi sel.

Para peneliti menemukan bahwa p53 membatasi invasi dengan memulai rantai mekanisme yang pada akhirnya mencegah pembentukan lamellipodia, yaitu tonjolan membran sel yang memacu gerakan sel dan invasi. p53 mengaktifkan protease mitokondria yang disebut Omi, yang kemudian dilepaskan ke dalam sitosol sel pada saat Ras sehingga menyebabkan mitokondria menjadi fragmen. Omi memotong filamen aktin dalam sitoskeleton, dan penurunan aktin menekan aktivitas p130Cas, yaitu protein pensinyal focal adhesion yang mempromosikan pembentukan lamellipodia. Dengan rendahnya tingkat p130Cas aktif, sel-sel tidak membentuk lamellipodia sehingga menurunkan kemampuan sel untuk menyerang.

“Perombakan aktin merupakan sinyal yang mencegah invasi sel,” jelas Kawauchi. “Sebagian besar penelitian telah difokuskan pada bagaimana p53 mencegah metastasis dengan mengatur epithelial-mesenchymal transition (EMT), yaitu proses biologis dimana sel-sel memperoleh sifat migrasi dan invasif. Sebaliknya, temuan baru ini membantu menjelaskan bagaimana p53 mempengaruhi proses sitoskeletal di dalam sel yang mendorong sel untuk melakukan invasi, kata Kawauchi.

Referensi Jurnal :

Shota Yamauchi, Yan Yan Hou, Alvin Kunyao Guo, Hiroaki Hirata, Wataru Nakajima, Ai Kia Yip, Cheng-Han Yu, Ichiro Harada, Keng-Hwee Chiam, Yasuhiro Sawada, Nobuyuki Tanaka, and Keiko Kawauchi. p53-mediated activation of the mitochondrial protease HtrA2/Omi prevents cell invasion. The Journal of Cell Biology, March 2014 DOI: 10.1083/jcb.201309107.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here