Bhataramedia.com – Paleontologis dari Ohio University telah mengidentifikasi spesies baru titanosaurian di Tanzania. Titanosaurian merupakan anggota dari sauropoda berbadan besar yang berkembang selama periode akhir jaman dinosaurus. Meskipun banyak fosil titanosaurian telah ditemukan di seluruh dunia, terutama di Amerika Selatan, beberapa telah ditemukan dari benua Afrika.

Spesies baru yang diberi nama Rukwatitan bisepultus tersebut, pertama kali ditemukan tertanam di dalam dinding tebing di Rukwa Rift Basin barat daya Tanzania oleh para ilmuwan. Dengan menggunakan bantuan excavator profesional dan penambang batu bara, tim menggali tulang belakang, tulang rusuk, kaki dan tulang panggul selama dua musim di lapangan.

Hasil CT scan dari fosil yang dikombinasikan dengan perbandingan rinci dengan sauropoda lain, mengungkapkan fitur unik yang menunjukkan dinosaurus tersebut berbeda dari dinosaurus sejenis yang ditemukan sebelumnya. Hasil penelitian ini diterbitkan di Journal of Vertebrate Paleontology.

“Dengan menggunakan pendekatan komputasi tradisional dan baru, kami mampu menempatkan spesies baru tersebut di dalam pohon keluarga dinosaurus sauropod dan menentukan keunikannya sebagai satu spesies, serta untuk menggambarkan spesies lain yang paling erat terkait,” kata pemimpin penulis studi ini, Eric Gorscak, seorang mahasiswa doktoral ilmu biologi di Ohio University.

Rukwatitan bisepultus hidup sekitar 100 juta tahun yang lalu selama pertengahan Periode Cretaceous. Titanosaurian sauropoda, kelompok yang mencakup Rukwatitan, merupakan dinosaurus herbivora yang dikenal untuk ukuran tubuh besar, leher panjang dan badan lebar. Meski bukan termasuk yang terbesar dari titanosaurians, Rukwatitan diperkirakan memiliki anggota tubuh depan mencapai 2 meter dan dapat memiliki berat sebanyak beberapa gajah.

“Tulang dinosaurus baru tersebut memiliki kesamaan dengan titanosaurian lainnya, Malawisaurus dixeyi, yang sebelumnya ditemukan di Malawi. Namun dua dinosaurus yang ditemukan di Afrika bagian selatan jelas berbeda satu sama lain, terutama dari titanosaurian yang ditemukan di Afrika utara,” kata rekan penulis, Patrick O’Connor, seorang profesor anatomi di Ohio University College of Osteopathic Heritage Medicine.

Fosil-fosil kerabat buaya pada periode Cretaceous Tengah dari Rukwa Rift Basin juga menunjukkan fitur yang khas jika dibandingkan dengan bentuk-bentuk dari tempat lain di benua itu.

“Kemungkinan ada fitur lingkungan tertentu, seperti gurun, saluran air besar dan¬†pegunungan yang akan membatasi pergerakan hewan dan mendorong evolusi fauna regional yang berbeda,” kata O’Connor. “Hanya melalui data tambahan mengenai fauna dan lingkungan purba dari seluruh benua akan membiarkan kita lebih menguji hipotesis tersebut,” lanjut dia.

Selain memberikan data baru mengenai evolusi spesies di Afrika sub-Sahara, studi ini juga memberikan kontribusi untuk merinci titanosaurian secara global. Para peneliti menduga bahwa keragaman di dalam kelompok titanosaurian muncul akibat penurunan populasi sauropoda lainnya, para diplodocoids, yang meliputi dinosaurus Apatosaurus. Para ilmuwan telah menemukan lebih dari 30 fosil titanosaurian di Amerika Selatan dan  hanya empat di Afrika.

“Kebanyakan dari apa yang kita ketahui mengenai sejarah evolusi titanosaurian berasal dari berbagai penemuan di Amerika Selatan, sebuah benua yang mengalami pemisahan stabil dari Afrika selama paruh pertama dari Periode Cretaceous,” kata Gorscak, seperti dilansir Ohio University (8/9/2014).

“Dengan ditemukannya Rukwatitan dan studi materi di Malawi, kita mulai mengisi kekosongan yang signifikan dari sebagian besar dunia titanosaurian,” tambah dia.

Rekan penulis pada penelitian ini adalah Nancy Stevens, seorang profesor di Ohio University College of Osteopathic Heritage Medicine dan Eric Roberts, dosen senior di James Cook University Australia.

Studi ini didanai oleh National Science Foundation, National Geographic Society, Ohio Universitas Heritage College of Osteopathic Medicine dan Ohio University Office of the Vice President for Research and Creative Activity.

Referensi :

Eric Gorscak, Patrick M. O’Connor, Nancy J. Stevens, Eric M. Roberts. The basal titanosaurian Rukwatitan bisepultus (Dinosauria, Sauropoda) from the middle Cretaceous Galula Formation, Rukwa Rift Basin, southwestern Tanzania. Journal of Vertebrate Paleontology, 2014; 34 (5): 1133-1154 DOI: 10.1080/02724634.2014.845568.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here