Peneliti Farmasi UGM, Prof. Dr. Ediati Sasmito, S.E., Apt.,
Peneliti Farmasi UGM, Prof. Dr. Ediati Sasmito, S.E., Apt., (Credit: UGM)

Bhataramedia.com – Menurut seorang peneliti di bidang farmasi dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ediati Sasmito., Apt., mengkudu (Morinda citrifolia) dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh (sistem imun). Hal tersebut dapat terjadi karena mengkudu memiliki kandungan polisakarida yang dapat dimanfaatkan sebagai immunostimulator yang berfungsi untuk membantu menormalkan sistem imun. “Sistem imun haruslah normal, jika terlalu tinggi maka akan terjadi alergi, dan jika terlalu rendah maka akan rentan terhadap infeksi bakteri,” kata Ediati seperti dilansir laman UGM pada Kamis (20/3).

Ediati dan rekannya selain berkonsentrasi terhadap mengkudu, mereka juga mengkombinasikannya dengan ekstrak dari kulit manggis. “Kulit manggis mengandung senyawa yang disebut dengan Xanton, senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan yang juga dapat berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh,” tambah Ediati.

Menurut Ediati, kombinasi dari kedua ekstrak alami tersebut dapat menjadi penetralisir alami bagi sistem imun. Formula yang saat ini dikembangkan oleh Ediati diharapkan dapat menjadi minuman obat berkategori jamu, agar tidak terlalu menimbulkan efek samping.

Ediati yang merupakan seorang lulusan doktor di State University of Antwerp, Belgia, saat ini juga sedang meneliti pengaruh penggunaan ekstrak mengkudu terhadap pasien pengidap kanker. “Kita mengetahui bahwa obat yang digunakan untuk terapi kanker dapat menurunkan sistem imun, sehingga dengan pemberian mengkudu sebagai immunostimulator, diharapkan sistem imun pasien akan kembali normal”, tutur wanita yang lahir di Tegal ini.

Pada tubuh manusia terdapat sel-sel yang memiliki peran dalam pembentukan sistem imun. Melalui pemberian immunostimulan, kita dapat menganalisis apakah sel-sel yang berperan tersebut mengalami peningkatan atau tidak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Ediati, hewan percobaan yang diberi sel kanker mengalami penurunan sistem imun.

“Setelah pemberian ekstrak mengkudu kepada hewan percobaan, ternyata sel-sel yang berperan dalam pembentukan sistem imun mengalami peningkatan,” kata Ediati. Ediati berharap, untuk ke depannya penelitian ini dapat lebih dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya untuk pasien yang mengidap kanker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here