James D Watson
James D Watson. (Photo: NIH)

Bhataramedia.com – Seorang Peraih Nobel Di Bidang Kedokteran, James D. Watson, mengemukakan suatu hipotesis yang cukup mencengangkan tentang diabetes. Hipotesis tersebut menyebutkan bahwa diabetes terjadi karena kurangnya oksidan biologis dalam tubuh. Hipotesis ini berlawanan dengan teori yang selama ini diketahui bahwa diabetes disebabkan oleh adanya oksidan biologis atau spesies oksigen reaktif yang berlebihan. Selama ini, oksidan biologis dipercaya sebagai penyebab peradangan (inflamasi) yang membahayakan sel-sel pankreas.

Hipotesis tersebut pertama kali dipublikasikan dalam sebuah artikel yang dimuat secara online pada The Lancet (thelancet.com) tanggal 27 Februari 2014. Artikel dengan judul “Type 2 diabetes as a redox disease” juga menjadi cover pada US Lancet edisi cetak 1-7 Maret 2014. Dalam artikel tersebut, Watson menjelaskan bahwa dia memperoleh hipotesis tersebut dari pengamatannya pada latihan fisik.

Seperti dilansir dari laman GEN (28/2/2014), Watson menuliskan: “latihan fisik telah lama dianggap penting untuk kesehatan manusia, namun kita tidak tahu bagaimana latihan fisik dapat menyebabkan sel-sel otot rangka (skeletal muscle cells) mengalami stres sehingga menghasilkan spesies oksigen reaktif, diantaranya berupa hidrogen peroksida yang jika tidak dapat dicegah akan menimbulkan beberapa penyakit antara lain: diabetes tipe 2, demensia, penyakit kardiovaskuler dan kanker.

Latihan fisik dianjurkan kepada pasien yang baru mengidap diabetes tipe 2, yaitu pasien yang mempunyai kadar gula darah yang tinggi. Kenyataannya, pasien sering mulai melakukan latihan fisik sebelum mereka menerima obat penurun glukosa, misalnya metformin. Penemuan Watson menjelaskan bahwa latihan fisik dan metformin tampaknya tidak hanya dapat membantu pasien pengidap diabetes tetapi juga membantu pasien pengidap kanker, alzheimer serta penyakit kardiovaskuler, namun bagaimana pengaruh latihan fisik di dalam menunjang kesehatan belum diketahui secara jelas.

Bagaimana menjelaskan bahwa latihan fisik dapat melindungi tubuh dari penyakit diabetes? Padahal seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, latihan fisik dapat memicu tubuh untuk menghasilkan oksidan biologis dalam jumlah berlebih dan oksidan biologis merupakan penyebab inflamasi sel-sel pankreas pada penderita diabetes.

Mungkin perlu pemahaman lebih dalam tentang oksidan dan peranannya dalam proses inflamasi, selain itu apakah ada faktor lain mungkin dapat menjadi penyebab inflamasi selain oksidan yang berlebihan?

Sel-sel tubuh tidak dapat bertahan tanpa adanya oksidan dan antioksidan, “terdapat keseimbangan antara oksidan dan antioksidan dalam tubuh” kata Watson. Dalam organ selular yang disebut retikulum endoplasma terdapat hidrogen peroksida (salah satu jenis spesies oksigen reaktif) yang berperan dalam membentuk ikatan kimia untuk menjaga kestabilan fungsi protein dalam bentuknya sebagai lipatan.

Watson menjelaskan bahwa jika dalam retikulum endoplasma tidak terdapat oksidan yang mencukupi maka protein tidak mampu melipat sehingga protein tidak dapat berfungsi dengan baik. Watson berhipotesis bahwa hal ini dapat meyebabkan inflamasi pada pankres sehingga kadang-kadang memicu diabetes tipe 2.

Pemikiran Watson tersebut disampaikan dalam suatu siaran pers yang dirilis oleh Cold Spring Harbor Laboratory dimana Watson merupakan chancellor emeritus pada lembaga tersebut. Watson menyatakan bahwa latihan fisik yang dapat memicu proses oksidasi yang secara masuk akal dapat memiliki efek yang positif bagi individu dengan kadar gula darah yang tinggi. Sebaliknya, manfaat latihan fisik akan menjadi berkurang jika individu tersebut mengkonsumsi suplemen antioksidan dalam kadar tinggi, seperti yang dilakukan oleh para atlet.

Dengan keluarnya hipotesis tersebut Watson berencana untuk mengadakan pertemuan ilmiah di Cold Spring Harbor Laboratory pada akhir tahun ini. Watson berharap ada suatu upaya ilmiah yang lebih serius untuk menyelidiki bagaimana mekanisme latihan fisik dapat meningkatkan kesehatan. Watson mengatakan bahwa hampir setiap dokter yang pernah dikenalnya menganjurkan pasiennya yang mampu untuk melakukan latihan fisik. Watson berpendapat, latihan fisik dapat menunjang kesehatan tubuh khususnya dapat mempengaruhi kinerja protein fungsional dalam tubuh. Perlu dilakukan suatu penelitian yang serius untuk membuktikan hal tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here