Limbah dari produksi kertas
Limbah dari produksi kertas. (Photo: Alexvye)

Bhataramedia.com – Para peneliti terus berupaya untuk menemukan sumber energi terbarukan. Upaya ini tidak hanya terbatas pada hi-tech saja, namun juga low-tech. Contoh terbaru penggunaan low-tech adalah pembuatan sumber energi alternatif dari limbah indutri kertas.

Studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti telah menunjukkan cara yang berkelanjutan untuk mengubah sejumlah besar limbah dari produksi kertas menjadi bahan bakar padat. Cara ini ternyata juga memberikan manfaat tambahan yaitu dapat mengalihkan aliran limbah kertas yang semula ke tempat pembuangan limbah. Mengapa hal ini disebut sebagai manfaat tambahan? Bacalah artikel ini sampai selesai.

Seperti dilansir American Chemical Society (12/2/2014), Chinnathan Areeprasert, Peitao Zhao dan rekan penelitinya mencatat bahwa pembuatan kertas, mulai dari pengulitan dan pengecipan kayu sampai langkah-langkah akhir dari pembuatan pulp dan pemurnian, telah menghasilkan sejumlah besar serat kayu dan limbah lainnya. Mengirimkan limbah ini ke tempat pembuangan limbah dapat menimbulkan masalah, karena senyawa di dalam limbah tersebut dapat larut dan mencemari air tanah.

Namun, berdasarkan studi yang dimuat di American Chemical Society pada 27/1/2014, para peneliti telah mencari cara untuk mengubah limbah tersebut menjadi produk yang berguna, seperti bahan bakar dan pupuk. Salah satu proses tersebut disebut perlakuan hidrotermal subkritis (subcritical hydrothermal treatment / HTT).

Proses HTT ini menggunakan panas dan tekanan tinggi untuk memecah dan menghilangkan berbagai komponen campuran. Pada studi lainnya, para peneliti telah menggunakan HTT untuk mengubah limbah kertas menjadi bahan bakar padat yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Studi awal ini menunjukkan bahwa sangat mungkin bagi kita untuk memanfaatkan limbah kertas sebagai bahan baku untuk membuat bahan bakar.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Areeprasert telah memutuskan untuk mencari tahu kondisi HTT terbaik untuk proses ini untuk selanjutnya dapat diuji di pabrik percontohan (pilot plant).

Mereka mencoba temperatur yang berbeda untuk menentukan kondisi yang optimal pada proses konversi sampah kertas menjadi bahan bakar melalui penggunaan HTT. Produk yang dihasilkan dari metode ini memiliki komposisi yang mirip dengan batubara. Hal yang paling penting adalah bahwa jumlah energi yang dimiliki bahan bakar ini ternyata lebih tinggi dari energi yang dibutuhkan untuk membuatnya. Para peneliti telah menyimpulkan bahwa metode ini dapat digunakan untuk membuat bahan bakar secara berkelanjutan dan cocok untuk diterapkan secara komersial.

Referensi Jurnal :

Chinnathan Areeprasert, Peitao Zhao, Dachao Ma, Yafei Shen, Kunio Yoshikawa. Alternative Solid Fuel Production from Paper Sludge Employing Hydrothermal Treatment. Energy & Fuels, 2014; 140204133925007 DOI: 10.1021/ef402371h.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here