Bhataramedia.com – Uji klinis pertama di dunia yang membandingkan tiga pengobatan alternatif untuk diabetes tipe 1 dilakukan di Montréal oleh para peneliti di IRCM dan Universitas Montreal, yang dipimpin oleh Dr. endokrinologi Rémi Rabasa-Lhoret. Studi ini menegaskan bahwa pankreas buatan eksternal dapat meningkatkan kontrol glukosa dan mengurangi risiko hipoglikemia dibandingkan dengan pengobatan diabetes konvensional. Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Lancet Diabetes & Endocrinology tersebut, dapat memiliki dampak yang signifikan pada pengobatan diabetes tipe 1. Penyakit kronis yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan penyakit kardiovaskular.

Pankreas buatan eksternal tersebut merupakan sistem otomatis yang mensimulasikan pankreas normal dengan terus beradaptasi terhadapa pengiriman insulin berdasarkan perubahan kadar glukosa. Pankreas buatan tersebut memiliki dua konfigurasi: single hormon pankreas buatan yang memberikan insulin dan dual hormon pankreas buatan yang memberikan insulin dan glukagon. Sementara insulin menurunkan kadar glukosa darah, glukagon memiliki efek sebaliknya dan meningkatkan kadar glukosa.

“Uji klinis kami merupakan yang pertama kali membandingkan dua konfigurasi pankreas buatan dengan pengobatan diabetes konvensional yang menggunakan pompa insulin,” kata Dr. Rabasa-Lhoret, Direktur Obesitas Obesity, Metabolism and Diabetes research clinic di IRCM dan profesor di University of Montreal’s Department of Nutrition.

“Kami ingin menentukan kegunaan glukagon di dalam pankreas buatan, terutama untuk mencegah hipoglikemia yang menjadi penghalang utama untuk mencapai target glikemik,” lanjut dia seperti dilansir Universite de Montreal (26/11/2014).

Orang yang hidup dengan diabetes tipe 1 harus hati-hati mengelola kadar glukosa darah mereka untuk tetap berada di dalam kisaran target. Hal ini diperlukan untuk mencegah komplikasi jangka panjang serius yang berhubungan dengan kadar glukosa tinggi (seperti kebutaan atau gagal ginjal) dan mengurangi risiko hipoglikemia (glukosa darah sangat rendah yang dapat menyebabkan kebingungan, disorientasi dan jika berat, kehilangan kesadaran, koma dan kejang).

“Penelitian kami menegaskan bahwa kedua sistem pankreas buatan meningkatkan kontrol glukosa dan mengurangi risiko hipoglikemia dibandingkan dengan terapi pompa konvensional,” jelas Ahmad Haidar, penulis pertama studi dan postdoctoral fellow di unit penelitian Dr. Rabasa-Lhoret di IRCM.

“Selain itu, kami menemukan bahwa dual hormon pankreas buatan memberikan pengurangan tambahan di dalam hipoglikemia dibandingkan dengan sistem single hormon,” lanjut Dr. Rabasa.

“Mengingat bahwa glukosa darah rendah masih sangat sering pada malam hari, ketakutakn akan hipoglikemia nokturnal yang parah merupakan sumber utama stres dan kecemasan, terutama bagi orang tua dengan anak-anak yang menderita diabetes,” tambah Dr. Laurent Legault, paediatric endocrinologist di Rumah Sakit Anak Montreal  dan rekan penulis penelitian.

“Pankreas buatan memiliki potensi untuk secara substansial meningkatkan pengelolaan diabetes dan kualitas hidup bagi pasien dan keluarga mereka,” jelas Dr. Laurent.

Peneliti IRCM mengejar uji klinis pankreas buatan untuk menguji sistem tersebut dengan waktu yang lebih lama dan dengan jumlah pasien yang lebih besar. Teknologi ini harus tersedia secara komersial di dalam 5-7 tahun ke depan, dengan teknologi generasi awal yang memfokuskan pada kontrol glukosa di dalam semalam.

Menurut Asosiasi Diabetes Kanada, diperkirakan 285 juta orang di seluruh dunia terkena diabetes, sekitar 10 persen dari mereka memiliki diabetes tipe 1. Dengan lebih dari 7 juta orang terkena diabetes setiap tahunnya, jumlah ini diperkirakan akan mencapai 438 juta pada tahun 2030 dan membuat diabetes menjadi epidemi global. Saat ini, lebih dari sembilan juta orang Kanada (satu dari empat) hidup dengan kondisi diabetes atau pradiabetes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here