Bhataramedia.com – Yogyakarta menjadi tempat pendidikan bermutu dengan adanya universitas negeri berkualitas seperti Universitas Gajah Mada, UniversitasNegeri Yogyakarta, dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Kini, giliran mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang menunjukkan hasil pendidikannya dengan meluncurkan bahan bakar biodiesel terbaru. Berawal dari kerjasama Laboratorium MIPA UNY dengan LSM Perempuan Anak Lingkungan Usaha Mikro Agrobisnis atau yang sering disingkat PALUMA ini berhasil meluncurkan teknologi bahan bakar biodiesel terbaru. Bahan bakar ini diperoleh dari pengolahan limbah minyak sisa penggorengan.

Diketahui bahwa limbah minyak sisa penggorengan merupakan salah satu bahan yang dapat mengancam kesehatan manusia. Menurut Profesor Sri Atun, Dosen MIPA Universitas Negeri Yogyakarta ini memilih bahan jelantah ini dipilih karena untuk menghindarkan para oknum yang tidak bertanggung jawab menjualnya kembali sehingga dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia. Oleh sebab itu, bahan limbah minyak sisa penggorengan ini diolah menjadi bahan bakar biodiesel yang ramah lingkungan dan murah karena diambil dari bank sampah dan perumahan perumahan di Yogyakarta.

Minyak sisa penggorengan sangat berbahaya dika digunakan untuk memasak makanan berulang ulang kali. Produksi bahan bakar biodiesel ini tentu lebih irit dan murah dibandingkan dengan solar. Contohnya, setiap 0,95 liter solar, bahan bakar ini setara dengan 0,05 liter bio diesel. Tim mahasiswa yang dipimpin oleh Prof Sri Atun ini baru mengumpulkan 200 liter minyak jelantah dalam waktu sepekan. Namun, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tim ini menargetkan akan memproduksi 1600 liter bio diesel dari minyak jelantah setiap bulannya.

Untuk mencapai target tersebut, tentu saja tim harus berusaha keras untuk mengumpulkan limbah minyak jelantah lebih banyak lagi. Oleh karena itu, tim ini akan bekerjasama dengan pedagang kaki lima di sekitaran Malioboro, pusat bank sampah maupun limbah minyak penggorengan dari rumah tangga. Namun, kendala juga dihadapi tim ini karena presentase produksinya masih rendah dengan adanya satu mesin penghasil bahan bakar bio diesel dari minyak jelantah ini. Inilah karya anak bangsa dari Universitas Negeri Yogyakarta. Dilansir darikrjogja.com (25/10/2014).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here