Bhataramedia.com – Menurut penelitian baru, orang dengan radang sendi (rheumatoid arthritis) kemungkinan lebih cenderung untuk mencapai penyembuhan jika mereka mempertahankan berat badan yang sehat.

Studi ini menemukan bahwa mereka dengan berat badan paling berat, hampir 65 persen mengurangi kemungkinan penyembuhan penyakit. Menjadi kurus juga menurunkan kemungkinan penyembuhan.

“Obat untuk radang sendi tidak efektif pada populasi yang kelebihan berat badan,” kata Dr. Susan Goodman, penulis utama studi tersebut dan reumatologis di Rumah Sakit Khusus Beda, New York City.

Temuan dari penelitian baru tersebut disajikan awal bulan ini di pertemuan tahunan American College of Rheumatology, Boston. Studi yang dipresentasikan pada pertemuan umumnya dianggap awal hingga telah diterbitkan di alam jurnal peer-review.

Penting untuk dicatat bahwa sementara penelitian tersebut menemukan hubungan antara berat badan dan penyembuhan radang sendu, penelitian tersebut tidak dirancang untuk menunjukkan apakah berat badan benar-benar bertanggung jawab atas perubahan status penyembuhan.

Menurut Arthritis Foundation, hampir 1,5 juta orang Amerika memiliki radang sendi (rheumatoid arthritis), kondisi kronis yang menyebabkan pembengkakan sendi yang menyakitkan sehingga dapat menyebabkan deformitas sendi. Penyakit ini tiga kali lebih sering terjadi pada wanita dan biasanya dimulai antara usia 30 dan 60 tahun.

Menurut Arthritis Foundation, tujuan utama pengobatan adalah untuk menginduksi penyembuhan atau remisi. Didefinisikan sebagai tidak ada atau rendahnya peradangan, atau tidak ada tanda-tanda penyakit aktif.

Menurut Goodman, pasien radang sendi (rheumatoid arthritis) yang mencapai remisi, mengalami penurunan gejala yang signifikan. Pasien telah mencapai remisi ketika mereka tidak lagi mengalami kelelahan, pembengkakan pada sendi dan kekakuan sendi di pagi hari. Goodman mengatakan bahwa pasien secara signifikan lebih mungkin untuk mencapai hasil ini jika mereka mematuhi rencana khusus untuk memerangi penyakit ini.

Studi baru tersebut diikuti hampir 1.000 pasien yang mengalami pengembangan radang sendi di usia dini selama tiga tahun.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang kekurangan berat badan memiliki kemungkinan 45 persen lebih rendah untuk mencapai remisi daripada orang dengan berat badan normal. Sedangkan orang-orang yang mengalami obesitas (indeks massa tubuh atau BMI dari 35 sampai 40) atau sangat obesitas (BMI lebih dari 40) memiliki peluang sekitar 50 sampai 60 persen lebih rendah untuk mencapai remisi penyakit radang sendi. BMI adalah pengukuran yang memperkirakan berapa banyak lemak tubuh seseorang.

“Obesitas merupakan penghalang utama yang menghentikan pasien untuk merespon terhadap pengobatan,” kata pengkaji penelitian tersebut, Daniel White, asisten profesor terapi fisik di University of Delaware, Newark, Del.

Para peneliti juga menemukan bahwa pasien tertentu lebih mungkin untuk mencapai remisi berkelanjutan. Pasien-pasien tersebut termasuk yang tidak merokok, serta pasien yang memulai pengobatan dengan obat yang dikenal sebagai methotrexate. Studi tersebut juga menemukan bahwa orang-orang yang merespon dengan cepat terhadap pengobatan sering mengalami remisi berkelanjutan.

Goodman mengatakan bahwa para peneliti terkejut melihat bahwa obesitas tampaknya memainkan peran besar yang menentukan seseorang untuk memasuki masa remisi atau tidak. Dia menduga bahwa peradangan yang terkait dengan obesitas kemungkinan menjadi alasannya.

Para peneliti tidak yakin mengapa menjadi kurus dapat mempengaruhi iya dan tidaknya seseorang dapat memasuki masa remisi. Goodman mengatakan ada kemungkinan bahwa orang-orang yang kekurangan berat badan kemungkinan lebih cenderung menjadi perokok atau memiliki penyakit lain yang menyebabkan peradangan. Dia berharap untuk memiliki kelompok orang kurus yang lebih besar di dalam studi yang akan datang, sehingga dapat menarik kesimpulan yang kuat mengenai kelompok ini.

Apapun berat badan Anda, Goodman mengatakan bahwa aktivitas fisik sering membantu orang dengan radang sendi (rheumatoid arthritis). Olahraga dapat membantu mencegah beberapa pembengkakan sendi yang muncul bersamaan dengan penyakit ini.

“Segera setelah memulai pengobatan, Goodman menasihati pasiennya untuk memulai latihan fisik ringan secara teratur. Berlari dan jogging dapat sangat menyakitkan untuk sakit sendi, namun berjalan kaki biasa, bersepeda dan berenang sangat bermanfaat bagi pasien rheumatoid arthritis,” kata White, seperti dilansir Hospital for Special Surgery (17/11/2014).

Namun, diia menambahkan bahwa aktivitas fisik seringkali sangat sulit bagi orang-orang yang baru saja didiagnosis dengan radang sendi. Sendi yang mengalami inflamasi dapat sangat menyakitkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here