Bhataramedia.com – Peneliti Belanda telah mengembangkan sebuah perangkat yang dapat mengurangi ketidaknyamanan bagi banyak wanita selama menjalani mammogram, sembari menjaga kualitas gambar yang dihasilkan.

Kompresi payudara diperlukan di dalam mamografi untuk tujuan pencitraan, tetapi hal ini dapat menyakitkan. Menurut para peneliti, perangkat baru yang dikembangkan menampilkan tekanan rata-rata selama kompresi, sehingga tekanan dapat disesuaikan dan distandarisasi untuk mengurangi rasa sakit.

”Saat ini, mammographers hanya dapat memperkirakan tekanan diterapkan pada payudara,” kata peneliti Woutjan Branderhorst, dari Academic Medical Center di Amsterdam dan ilmuwan di Sigmascreening, perusahaan yang mengembangkan perangkat tersebut.

Pendanaan untuk studi ini disediakan oleh Pink Ribbon, organisasi yang mendukung penelitian dan kesadaran akan kanker payudara, serta Sigmascreening, perusahaan dari Academic Medical Center.

Branderhorst menjelaskan bahwa mereka yang melakukan mammogram memiliki tugas yang sulit. “Mereka harus menyesuaikan gaya tekan yang diterapkan pada ukuran payudara, komposisi, kekencangan kulit dan toleransi nyeri,” katanya.

“Saat ini, para teknolog yang melakukan mammogram hanya dapat menggunakan petunjuk visual dan taktil untuk memperkirakan tekanan pada payudara. Hal ini menghasilkan variasi yang besar,” kata Branderhorst.

”Khusus untuk payudara kecil, hal ini dapat menyebabkan tekanan yang sangat tinggi,” tambahnya.

“Perangkat yang digunakan di dalam penelitian kami mengukur dan menampilkan tekanan secara real time, sehingga memberikan panduan obyektif untuk teknolog dan memungkinkan standarisasi tekanan,” jelas Branderhorst, seperti dilansir Radiological Society of North America (25/11/2014).

Hal ini membuat prosedur yang dilakukan menjadi lebih nyaman karena dapat menghindari tekanan yang tinggi dan menyakitkan.

Di dalam studi mereka, Branderhorst dan timnya melakukan mammogram pada lebih dari 400 wanita yang menjalani mammogram secara rutin. Para peneliti berteori bahwa protokol yang digunakan harus berdasarkan tekanan dan tidak memaksa, sehingga akan membuat tes lebih nyaman.

Dengan menggunakan perangkat baru, mereka melakukan empat kompresi pada setiap wanita. Tiga kompresi distandarisasi untuk kekuatan tertentu; salah satunya distandarisasi untuk tekanan target tertentu.

Rata-rata, mammogram yang menargetkan tekanan dinilai tidak begitu menyakitkan oleh para relawan. Branderhorst mencatat bahwa tekanan tertarget dari mammogram tidak mengurangi kualitas gambar.

Branderhorst mengatakan bahwa mesin mamografi yang ada saat ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan perangkat baru tersebut. Perangkat ini juga dapat diintegrasikan ke dalam mesin-mesin baru dan akan meminimalkan biaya tambahan.

Branderhorst dijadwalkan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya pada hari Minggu di pertemuan tahunan Radiological Society of North America, Chicago.

“Temuan ini tampak menjanjikan dan terlihat menarik, tetapi terlalu dini untuk mengatakannya,” kata Dr. Lusi Tumyan, kepala pencitraan payudara di City of Hope Cancer Center di Duarte, California.

“Saat ini, katanya, mammographers menggunakan petunjuk visual untuk menentukan berapa banyak tekanan yang diterapkan. Jika seorang pasien tidak nyaman kami tidak menekan terlalu banyak. Jika penelitian ini berhasil perangkat tersebut juga dapat membantu standarisasi mammogram dari tahun ke tahun,” kata Dr.Tuyman.

Namun, Tumyan mengatakan bahwa oleh karena jumlah wanita di dalam penelitian ini sedikit, studi lebih lanjut akan diperlukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here