Bhataramedia.com – Menurut studi dari Columbia University, anak-anak yang terkena antibiotik selama masa kehamilan ibu mereka memiliki risiko obesitas lebih tinggi pada usia tujuh tahun. Selain itu, anak-anak yang dilahirkan melalui operasi caesar juga berada pada peningkatan risiko obesitas.

Studi sebelumnya telah menghubungkan antibiotik yang diresepkan pada anak usia dini dengan peningkatan risiko obesitas. Namun, studi baru tersebut adalah yang pertama menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik pada ibu selama trimester kedua atau ketiga kehamilan, meningkatkan risiko obesitas pada bayi yang dilahirkan.

Para peneliti mengetahui bahwa antibiotik mempengaruhi mikroba pada ibu dan mereka percaya mikroba dapat memasuki sirkulasi janin melalui plasenta. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bakteri yang biasanya hidup di usus kita memiliki peran penting di dalam menjaga kesehatan kita. Ketidakseimbangan di dalam populasi bakteri usus dapat menyebabkan berbagai penyakit. Gangguan di dalam transmisi normal bakteri dari ibu ke anak diperkirakan menempatkan anak pada risiko beberapa kondisi kesehatan, termasuk obesitas.

Studi baru yang diikuti oleh 436 ibu dan anak-anak mereka selama tujuh tahun tersebut, menemukan bahwa anak-anak dari ibu yang mengambil antibiotik selama trimester kedua atau ketiga memiliki risiko 84 persen lebih tinggi mengalami obesitas pada usia tujuh tahun dibandingkan anak-anak dari ibu  yang tidak menggunakan antibiotik.

Anak-anak yang dilahirkan melalui operasi caesar menghadapi peningkatan risiko obesitas sebesar 46 persen.

Kelahiran caesar diperkirakan mengurangi transmisi normal bakteri dari ibu ke anak dan mengganggu keseimbangan bakteri pada anak dengan cara yang sama seperti antibiotik.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana cara persalinan, penggunaan antibiotik selama kehamilan dan faktor-faktor lain mempengaruhi pembentukan ekosistem bakteri yang mendiami masing-masing orang,” kata peneliti Andrew Rundle, profesor epidemiologi di Columbia University Mailman School of Public Health.

“Penelitian ini akan membantu kita memahami bagaimana membuat platform awal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang sehat,” tambah dia, seperti dilansir Columbia University Mailman School of Public Health (18/11/2014).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here