Bhataramedia.com – Studi terbaru memperingatkan bahwa anak-anak yang mengalami obesitas berada pada peningkatan risiko untuk penyakit hati (liver), tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Para peneliti melihat hampir 500 anak-anak dan remaja, berusia 2-17 tahun, dengan nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD). Suatu kondisi paling umum di antara anak-anak yang kelebihan berat badan dan obesitas. NAFLD dapat berkembang bersama dengan masalah kesehatan lainnya seperti diabetes.

Hampir 36 persen dari mereka memiliki tekanan darah tinggi pada awal studi dan 21 persen memiliki tekanan darah tinggi secara terus-menerus selama 48 minggu kemudian. Menurut para peneliti, tekanan terjadi pada 2 hingga 5 persen dari semua anak-anak dan 10 persen anak-anak yang mengalami obesitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan NAFLD memiliki peningkatan risiko yang signifikan terhadap tekanan darah tinggi, dimana hal ini sering tidak terdiagnosis.

Studi tersebut dipublikasikan tanggal 24 November di jurnal PLoS One.

“Sebagai hasil dari penelitian kami, kami merekomendasikan bahwa evaluasi tekanan darah, kontrol dan monitoring harus dimasukkan sebagai komponen integral dari manajemen klinis anak-anak dengan NAFLD, terutama karena populasi pasien ini berisiko lebih besar untuk serangan jantung dan stroke,” kata peneliti utama, Dr. Jeffrey Schwimmer, dari departemen pediatri di University of California, San Diego School of Medicine.

“Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Amerika Serikat yang dapat dicegah pada orang dewasa, tetapi kebanyakan kasus berawal pada masa kanak-kanak,” tambahnya.

“Bersamaan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, kami menemukan bahwa anak-anak dengan NAFLD yang memiliki tekanan darah tinggi lebih mungkin untuk memiliki lebih banyak lemak di dalam hati mereka daripada anak-anak tanpa tekanan darah tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan bentuk penyakit hati yang lebih serius,” kata Schwimmer, seperti dilansir University of California, San Diego Health Sciences (24/11/2014).

Dia dan rekan-rekannya juga menemukan bahwa di antara anak-anak dan remaja dengan NAFLD, anak perempuan jauh lebih mungkin untuk memiliki tekanan darah tinggi secara terus-menerus dibandingkan anak laki-laki.

Meskipun belum ada pengobatan yang disetujui untuk anak-anak dengan NAFLD, ada pengobatan yang efektif untuk tekanan darah tinggi.

“Ada beberapa alasan untuk percaya bahwa kontrol tekanan darah dapat bermanfaat untuk NAFLD. Dengan demikian, kita mungkin dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular prematur pada anak-anak tersebut dan juga membantu hati mereka,” kata Schwimmer.

“Orang tua dan dokter harus menyadari risiko kesehatan anak yang mengalami NAFLD. Tekanan darah tinggi cepat diidentifikasi dan diobati pada populasi pasien ini, sehingga akan membuat mereka lebih sehat pada saat mengalami transisi menjadi dewasa,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here