Haruskah anak masuk pra-sekolah? Pertanyaan ini mungkin sedang sering Anda buru jawabannya dan menjadi dilema yang cukup memenuhi pikiran. Pra-sekolah biasanya bisa diberikan kepada anak dengan usia balita atau masa sebelum ia memasuki usia sekolah dasar. Di kalangan orang tua dan juga pakar pendidikan anak-anak, memasukkan anak ke pra-sekolah adalah topik yang cukup mengundang pro dan kontra. Sebagian orang berpendapat jika anak-anak usia balita lebih baik dibiarkan bermain dulu tanpa dikekang dengan kurikulum, namun tidak dapat dipungkiri jika pra-sekolah memiliki manfaat yang cukup baik bagi perkembangan si kecil. Berikut adalah hal-hal yang bisa Anda pertimbangkan untuk menjawab pertanyaan Anda di atas.

Keahlian yang bisa dimiliki anak

Haruskah anak masuk pra-sekolah? Anda bisa mempertimbangkan jawaban Anda sendiri dengan memahami apa saja hal yang bisa dipelajari si kecil selama di sekolah. Para peneliti percaya bahwa keahlian yang didapatkan dari masa pra-sekolah adalah keahlian yang bisa melekat pada anak sampai ia dewasa, antara lain adalah:

  1. Kemampuan sosialnya baik dengan teman sebaya, maupun dengan guru maupun para orang tua murid
  2. Mengikuti arahan
  3. Mengidentifikasi dan mengolah emosi serta perilaku orang lain
  4. Berpikir untuk menyelesaikan konflik
  5. Konsistensi dalam menyelesaikan tugas
  6. Kerja sama
  7. Meningkatkan rasa percaya diri dan mengenali mood saat bermain bersama dengan yang lain.

Setengah hari atau satu hari penuh?

Ada banyak macam tipe pra-sekolah yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Sekolah yang mengadakan kelas selama setengah hari bisa dipilih jika Anda bisa melakukan antar jemput sekolah anak pada waktu yang ditentukan. Namun bagi yang kedua orangtuanya bekerja, pra-sekolah selama satu hari penuh bisa jadi pilihan. Dalam sekolah satu hari ini biasanya anak-anak juga difasilitasi dengan makan siang, waktu tidur siang, dan kegiatan lainnya.

Keputusan Anda untuk memasukkan anak ke pra-sekolah adalah kebutuhan keluarga Anda sendiri, tidak perlu mengikuti keputusan dan pendapat orang lain. Sebagai orang tua pun Anda berhak punya waktu istirahat selama beberapa jam atau waktu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah selama anak berada di sekolahnya.

Usia berapa anak bisa dimasukkan ke pra-sekolah?

Masing-masing pra-sekolah memiliki aturannya sendiri mengenai usia minimum anak dan ketentuan lainnya. Ada yang membuka sekolah untuk anak usia 5 tahun ada juga yang membuka untuk anak usia 2 tahun. Anda bisa memilih pra-sekolah dengan ketentuan yang sesuai dengan kebutuhan. Setidaknya anak yang akan dimasukkan ke pra-sekolah sudah bisa menggunakan toilet dan bisa berkomunikasi dengan baik mesk bicaranya belum begitu lancar.

Untuk menjawab pertanyaan haruskah anak masuk pra-sekolah sebenarnya tidak ada jawaban yang benar dan salah. Masing-masing orangtua dan anak tentu punya kebutuhan dan kondisinya sendiri. Jadi jangan ragu untuk mengambil keputusan yang menurut Anda paling baik bagi si kecil meski keputusannya berbeda dengan orangtua yang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here