BHATARAMEDIA.COM – Ternak Ikan Hasil Maksimal dengan Sistem Bioflok Tujuan penerapan teknologi dalam ternak ikan adalah untuk peningkatan efisiensi produksi. Itu pula yang mendasari penggunaan teknologi bioflok pada budidaya perairan. Berbeda dengan teknik konvensional, tingkat kepadatan ikan pada sistem bioflok sangat tinggi, mencapai 100 ekor /m3. Tingginya populasi ikan di dalam wadah merupakan sebuah kesengajaan, tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang nantinya bisa menjadi umpan bagi ikan.

Arti budidaya bioflok

Bioflok berasal dari dua kata, yaitu bio dan flok. Bio berarti hidup, sementara flok berarti gumpalan. Jadi dengan kata lain, bioflok mengandung arti gumpalan hidup. Gumpalan tersebut terbentuk dari suburnya pertumbuhan bakteri di dalam kolam yang distimulasi oleh penumpukan sisa pakan ikan. Bisa dibilang teknik ini merupakan teknik daur ulang dimana ikan tetap bisa makan meskipun petani tidak terus-menerus menebar pakan ke dalam kolam. Sisa-sisa makanan sebelumnya akan diurai oleh bakteri, dan ketika jumlah mereka meledak, ikan-ikan akan memakannya. Flok yang terbentuk juga berasal dari fitoplankton, zooplankton, dan alga. Sistem budidaya ini menawarkan banyak keuntungan, diantaranya:

Meningkatkan kualitas hidup ikan

Ada banyak kekhawatiran bahwa sistem ini justru tidak baik bagi kesehatan ikan sebab jumlah ikan yang dimasukkan dalam satu wadah sangat tinggi. Namun berdasarkan uji coba, tingkat ketahanan hidup ikan dalam kondisi seperti ini mencapai 90 persen. Dan yang menariknya lagi adalah air tersebut tidak mengeluarkan bau sama sekali. Hal ini tidak lepas dari peran aktif mikroorganisme di dalam mengurai limbah yang dihasilkan oleh ikan.

Meningkatkan Feed Conversion Ratio

Feed Convertion Ratio atau FCR merupakan konversi antara berat pakan dan berat keseluruhan ikan dalam satu siklus budidaya. Jika dengan teknik konvensional pertu 1,5 kilo pakan untuk menghasilkan 1 kilo ikan, maka pada teknik bioflak angka tersebut turun drastis menjadi 1,03 saja.

Meningkatkan efisiensi tempat

Kalau yang satu ini sudah jelas. Populasi ikan dalam wadah bioflak berkali-kali lipat dibandingkan dengan populasi ikan dalam wadah konvensional. Perbandingannya adalah <= 30 kg/m3 untuk kolam bioflak dan <= 2 kg/m3 untuk kolam konvensional. Tidak hanya itu saja, masa panen benih juga relatif lebih singkat. Rata-rata dalam waktu 3 bulan benih yang dibesarkan sudah siap untuk dipasarkan.

Meningkatan kualitas produksi

Berbagai metode yang diterapkan peternak tidak lain bertujuan untuk meningkatkan kualitas ikan. Teknik bioflok setelah melewati proses uji coba menghasilkan ikan yang gemuk dan banyak isinya. Ini tentu saja menguntungkan bagi peternak sebab ikan yang berat satuannya besar akan memberi keuntungan yang lebih besar pula. Hanya saja, proses pemeliharaan perlu lebih diperhatikan pada kolam bioflok. Kepadatan ikan yang terlalu tinggi akan berdampak pada menurunnya persediaan oksigen di dalam air. Dan jika ini tidak mendapatkan perhatian serius, ikan-ikan akan terancam mati. Perlu pasokan oksigen dari luar agar jumlahnya tetap berada di atas 3 mg/L.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here