Internet adalah salah satu terobosan manusia paling besar sepanjang masa di mana Anda bisa menemukan berbagai macam informasi mulai dari yang paling remeh hingga yang paling kompleks hanya dalam hitungan detik. Tapi apakah semua informasi yang didapatkan dari internet adalah benar? Belum tentu. Sangat mudah untuk menyebarkan informasi yang kebenarannya masih diragukan termasuk dengan hal-hal yang berhubungan dengan sanitasi di rumah. Anda mungkin pernah membaca berbagai macam trik yang bisa dilakukan untuk membuat rumah jadi lebih bersih dan bebas noda, tapi sayangnya tidak semuanya benar. Berikut adalah mitos tentang kebersihan rumah dan tips yang benar.

Pemutih bukan penghilang noda

Mitos yang pertama adalah pemutih sebenarnya kurang tepat digunakan untuk membersihkan noda di lantai karena sifatnya yang lebih untuk menjadi desinfektan. Cara yang benar adalah membersihkan noda pada permukaan lantai, kamar mandi, atau permukaan lainnya yang kotor dengan cairan pembersih khusus baru kemudian bisa diberi pemutih dan diamkan selama 10 menit untuk mematikan bakteri dan kumannya.

Mesin cuci tidak perlu dibersihkan

Mitos tentang kebersihan rumah yang kedua adalah mesin cuci tidak perlu dibersihkan. Tapi faktanya banyak orang yang meninggalkan cuciannya di dalam mesin cuci bahkan setelah proses cuci selesai. Hal ini bisa menyebabkan bagian dalam mesin cuci jadi berbau bahkan menjadi sarang bakteri. Cuci bagian dalam mesin cuci dengan menggunakan setengah hingga satu cangkir cuka plus secangkir baking soda yang dimasukkan ke wadah detergen kemudian nyalakan mesin cuci menggunakan air panas.

Perabotan kayu harus dipoles agar kinclong

Perabotan kayu yang dipoles dengan menggunakan wax atau cairan pemoles kayu memang bisa membuat permukaan kayu jadi terlihat lebih kinclong dan halus. Tapi tahukah Anda jika bahan pemoles tersebut bisa meninggalkan residu pada permukaan kayu dan membuatnya jadi makin kotor? Produk-produk kayu biasanya sudah dilapisi dengan bahan finishing pelindung yang juga memberikan efek mengkilap. Anda hanya membutuhkan kain kanebo yang agak basah untuk membersihkannya dari lapisan debu, tidak perlu sering-sering dipoles.

Terlalu sering menggunakan vacuum cleaner bisa merusak karpet

Mitos tentang kebersihan rumah ini sebenarnya tidak 100% salah namun juga tidak bisa dimakan mentah-mentah. Yang membuat karpet jadi rusak adalah panas yang dikeluarkan dari nozzle vacuum cleaner yang bisa merusak serat pada karpet. Namun hal ini akan berisiko jika karpet Anda adalah karpet oriental asli atau karpet buatan tangan. Untuk menghindari kerusakan akibat vacuum, hindari menyedot debu pada satu titik yang sama dalam waktu yang lama. Menyedot debu pada karpet sesering mungkin justru direkomendasikan karena tanpa disadari karpet Anda mengandung tumpukan debu yang bisa mengganggu kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here