Pertamina Turunkan Harga BBM non subsidi selain Pertalite mulai hari Minggu tanggal 10 Februari 2019. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan harga minyak dunia. Jika harga naik lagi, simak tips berikut ini sebagai langkah penghematan.

1. Rajin servis sesuai jadwal dari pabrikan mobil

Melakukan servis secara rutin dapat menjaga performa mesin tetap sehat. Kesehatan performa mesin akan membuat konsumsi bahan bakar akan tetap optimal dan seimbang. Mesin-mesin yang tidak pernah dirawat justru akan membuat mesin boros bahan bakar. Jika mesin masih mempunyai bunyi yang normal, maka itu adalah tanda bahwa mesin masih sehat.

2. Mainkan gas dengan lembut

Melakukan proses pembukaan gas yang terlalu dalam untuk rentang waktu yang singkat akan membuat kendaraan bekerja lebih keras. Jika kerja kendaraan menjadi lebih keras, maka secara otomatis konsumsi bahan bakar akan ikut meloncak cukup drastis dalam waktu seketika. Membuka gas yang benar adalah secara lembut dan bertahap. Selain lebih aman demi keselamatan berkendara, cara ini juga lebih hemat dari sisi konsumsi bahan bakar.

3. Jangan sering melakukan rem mendadak

Melakukan rem secara mendadak tidak hanya akan membuat lapisan rem anda cepat habis atau aus, tetapi juga dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros. Hal ini dikarenakan saat setelah melakukan pengereman secara mendadak, kendaraan anda akan memulai kecepatan dari titik yang lebih rendah. Jika kejadian seperti ini terus terulang, maka pastinya kendaraan anda akan boros bahan bakar. Kejadian tersebut akan bisa membuat pemborosan semakin parah jika proses pembukaan gas yang anda lakukan tidak secara lembut dan bertahap.

4. Atur tingkat RPM

Mengatur tingkat RPM dengan benar dapat membuat kendaraan anda mengkonsumsi bahan bakar secara optimal. Ikutilah anjuran putaran RPM yang direkomendasikan oleh pabrikan. Umumnya hal ini akan tertuang dalam panduan manual kendaraan. Jadi bacalah buku panduan kendaraan anda untuk menjaga tingkat RPM anda tetap optimal. Pada buku panduan akan dijelaskan berapa putaran RPM yang disarankan untuk masing-masing jenis transmisi dan tingkatannya hingga proses penggantiannya.

5. Selalu cek kondisi udara pada ban

Pastikan volume udara ban sudah sesuai dengan batasan maksimal dan minimum kendaraan anda. Terlalu banyak volume udara dalam ban dapat membuat kendaraan akan terasa sangat keras jika melewati medan-medan yang tidak rata. Sementara kekurangan udara dapat membuat kendaraan mendapat tekanan yang berlebih sehingga membuat kendaraan menjadi lebih berat saat melakukan tarikan. Keadaan ini akan dapat membuat kendaraan membutuhkan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi. Jika dihitung-hitung, udara yang optimal pada ban bisa menghemat bahan bakar sekitar 10 persen.

6. Gunakan bahan bakar yang sesuai

Setiap kendaraan mempunyai kebutuhan jenis bahan bakar yang berbeda. Pastikan kandungan oktan bahan bakar yang anda gunakan sudah sesuai dengan standar yang disarankan oleh pabrikan. Menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai atau yang mempunyai oktan lebih rendah dari yang seharusnya, dalam jangka pendek dapat menghemat pengeluaran seketika, namun dalam jangka panjang justru akan membuat mesin kendaraan lebih boros. Jika melakukan hal sebaliknya, yaitu dengan menggunakan kandungan oktan yang lebih tinggi dari yang seharusnya, justru hanya akan membuat pengeluaran uang untuk bahan bakar anda sia-sia. Jadi pastikan anda sudah memilih bahan bakar yang paling tepat untuk kendaraan anda.

Hal ini tetap patut kita jalankan meskipun Pertamina Turunkan Harga BBM, agar BBM yang merupakan bahan bakar fosil yang tidak bisa didaur ulang digunakan secara bijak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here