BHATARAMEDIA.COM – Ini Bahayanya Meminjam Uang Secara Online! Aplikasi pinjaman online semakin marak seiring dengan semakin naiknya popularitas transaksi online. Namun begitu, ada banyak kisah miris yang datang dari para nasabah. Perlu diketahui, pinjaman merupakan sebuah kewajiban yang harus dibayar. Meminjam secara online punya pertanggungjawaban yang sama dengan meminjam secara offline. Jumlah yang dipinjam harus dilunasi beserta dengan bunga-bunganya. Lalu, darimana kisah miris tersebut berasal? Kebanyakan berasal dari nasabah yang gagal memenuhi kewajibannya untuk membayar, sehingga harus berhadapan dengan debt collector. Berikut ini adalah beberapa resiko yang harus anda ketahui ketika meminjam secara online:

Bunga yang tinggi

Banyak orang merasa tertarik meminjam online sebab proses pendaftarannya sangat mudah. Selain itu, dana juga cepat cairnya asalkan form registrasi sudah diisi. Namun satu yang perlu digarisbawahi, kemudahan pencairan dana merupakan trik untuk menarik minat konsumen. Di balik itu semua, pinjaman seperti ini biasanya menetapkan bunga yang tinggi, bahkan mencapai 1% per hari. Itu berarti dalam sebulan bunganya mencapai 1/3 dari total utang. Sangat tinggi, bukan? Untuk menghindarinya, solusi terbaik adalah meminjam dari sumber yang bunganya tidak terlalu tinggi. Mulailah dengan saudara atau teman, dengan alasan kekeluargaan mereka mungkin bersedia tidak memberi bunga sama sekali.

Ada dendanya

Hal lain yang nasabah sering keluhkan ketika meminjam online adalah adanya denda yang tidak kalah besarnya. Waktu berjalan dengan begitu cepat ketika kita terlilit utang. Ketika jatuh tempo dan anda gagal melunasi hutang, pihak pemberi pinjaman akan mengenakan biaya. Bayangkan, sudah terbebani bunga besar, di akhir kita juga harus membayar denda, apa tidak merepotkan? Mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya anda lebih rasional ketika mencari pinjaman. Pinjam semampunya agar mampu melunasi tepat waktu dengan sumber pendanaan tetap yang dimiliki, seperti gaji. Selain itu, hindari meminjam lebih dari 30% gaji sebab ada banyak kebutuhan bulanan yang harus dipenuhi.

Keselamatan data anda tergadai

Seberapa tahukah anda tentang seluk beluk kreditur anda? Sebagai peminjam yang bijak, sangat penting untuk mengetahui latar belakang kreditur. Kalau meminjam dari bank sudah jelas, reputasi mereka bisa dipertanggungjawabkan apalagi untuk kelas Bank yang sudah diakui secara nasional. Namun pada penyedia pinjaman online, anda bisa saja kesulitan melihat track record mereka. Yang ada justru data anda diminta selengkap-lengkapnya sebagai syarat meminjam hutang. Ketika data sudah berada di tangan kreditur, mereka bisa melakukan apa saja dengan data tersebut, termasuk memberikan ‘teror’ agar segera membayar. Sudah ada banyak cerita dimana nasabah merasa dilanggar privasinya karena peminjam terus melakukan pengejaran bahkan hingga ke orang-orang terdekat.

Nagihnya serem!

Sebenarnya aksi debt collector bukan merupakan hal asing bagi kita. Mereka beroperasi jauh sebelum pinjaman online marak seperti sekarang. Kesalahan utama tetap berada pada peminjam sebab berurusan dengan debt collector merupakan salah satu resiko meminjam uang kepada pihak lain. Namun meski begitu, cara mereka menagih hutang tetap dianggap tidak manusiawi. Bahkan tak jarang mereka mengejar hingga ke orang-orang terdekat yang sebenarnya tidak tahu-menahu soal utang tersebut. Jika sudah begini, masihkah anda tertarik mencari pinjaman online?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here