Bhataramedia.com – Para peneliti telah melaporkan bahwa berlari tampaknya tidak meningkatkan peluang Anda untuk terkena osteartritis lutut dan bahkan dapat membantu mencegah penyakit.

Para peneliti telah menganalisis data pada lebih dari 2.600 orang yang memberikan informasi mengenai tiga jenis aktivitas fisik paling umum yang mereka lakukan pada waktu yang berbeda di dalam hidup mereka.

Usia rata-rata dari para relawan penelitian adalah 64 tahun. Periode waktu mengenai aktivitas fisik yang mereka lakukan adalah pada usia 12-18, 19-34, 35-49, 50 tahun dan lebih tua. Di antara para peserta, 29 persen mengatakan mereka adalah pelari di beberapa periode di dalam hidup mereka.

Menurut penelitian ini, pelari, tidak peduli pada usia berapa mereka menjadi pelari aktif, lebih jarang mengalami nyeri lutut daripada orang-orang yang tidak berlari. Mereka juga memiliki gejala dan bukti radang sendi lutut yang lebih sedikit dibandingkan orang-orang non- pelari.

Temuan ini menunjukkan bahwa berlari tidak meningkatkan risiko radang sendi lutut dan bahkan dapat melindungi terhadap penyakit tersebut.

“Penelitian ini tidak menjawab pertanyaan mengenai apakah berlari berbahaya bagi orang yang sudah memiliki osteoartritis lutut,” penulis utama, Dr. Grace Hsiao-Wei Lo, Baylor College of Medicine, seperti dilansir American College of Rheumatology(16/11/2014).

“Namun, pada orang yang tidak memiliki osteoartritis lutut, tidak ada alasan untuk membatasi kebiasaan berlari pada semua periode kehidupan mereka. Mengingat kebiasaan berlari tidak membahayakan bagi sendi lutut,” tambahnya.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya kemungkinan antara berlari dan radang sendi lutut hanya berfokus pada pelari elit laki-laki. Para peneliti mencatat bahwa temuan tersebut kemungkinan tidak dapat diterapkan pada populasi umum.

Temuan baru ini dipresentasikan hari Sabtu pada pertemuan tahunan American College of Rheumatology di Boston.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here