BHATARAMEDIA.COM – Tidak Ingin Smartphone Meledak Saat Dipergunakan? Ketahui Penyebabnya! Rentetan kasus ledakan Smartphone dalam beberapa tahun terakhir tak bisa dipungkiri membuat banyak dari kita merasa was-was, terlebih Smartphone yang ‘terlibat’ di dalam insiden-insiden tersebut berasal dari pabrikan ternama. Faktanya, Smartphone yang dipergunakan secara tidak benar memang beresiko menimbulkan ledakan. Namun faktor internal juga punya andil yang sama besarnya.

Baterai lithium-ion modern yang kerap disematkan ke dalam Smartphone punya sifat eksplosif. Ledakan seringkali dipicu oleh memanasnya salah satu komponen internal baterai akibat arus pendek atau faktor penyebab lain. Akibatnya, terjadi reaksi kimia yang berujung pada meningkatnya temperatur di dalam baterai. Panas tersebut akan tersebar ke area lain, dimana proses ini disebut sebagai ‘electrolyte overheat’. Panas yang semakin menumpuk pada akhirnya menyebabkan zat mudah terbakar di dalam baterai terdorong keluar dan menciptakan ledakan. Lalu, apa saja langkah antisipasi yang bisa dilakukan agar hal ini tidak terjadi?

Jangan menjatuhkan Smartphone

Smartphone yang pernah jatuh misalnya dari saku bisa mengalami kerusakan pada komponen internalnya. Sekalipun layarnya tidak lecet sama sekali, namun bukan berarti komponen lain baik-baik saja. Perlu diketahui, benturan keras pada ponsel bisa mengakibatkan perubahan struktur kimia pada baterai. Alhasil, hal-hal yang seharusnya tidak berbahaya seperti mengecas bisa berakhir dengan kebakaran.

Untuk Smartphone yang hadir dengan backcover, sebaiknya lakukan pengecekan secara rutin. Segera ganti jika baterai menunjukkan cacat fisik atau menggelembung (baterai hamil). Kenaikan suhu yang tidak masuk akal pada Smartphone juga bisa menjadi pertanda bahwa ada yang tidak beres dengan komponen internalnya. Ini harus segera mendapatkan perhatian.

Jangan bebani Smartphone

Setiap Smartphone punya spesifikasi yang berbeda. Ini berkaitan langsung dengan kemampuannya dalam menjalankan multitasking dan aplikasi. Sebagai pengguna, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar Smartphone bekerja sesuai dengan kapasitas yang dimiliki, seperti:

  • Mematikan aplikasi yang punya grafis intensif terutama untuk seri Smartphone yang tidak dirancang untuk kebutuhan gaming.
  • Menghindari aplikasi yang memakai banyak resource CPU.
  • Mengurangi jumlah widget pada layar.
  • Mematikan fitur ‘data’ pada Smartphone jika koneksi internet sedang gangguan.
  • Memutuskan panggilan jika Smartphone mengeluarkan panas ekstrim saat menelpon.

Jaga suhu Smartphone

Setelah cukup lama memakai Smartphone, anda akan bisa membedakan mana panas yang wajar dan mana overheating. Banyak yang mendeskrepsikan ‘overheating’ sebagai panas setrikaan. Ungkapan tersebut tidak berlebihan sebab kenaikan suhu prosesor memang bisa sangat tinggi ketika dipakai non-stop. Untuk menjaga suhu Smartphone, lakukan langkah berikut ini:

  • Lepaskan ponsel dari cover ketika sedang dicas. Penutup terutama tipe hard cover merupakan isolator yang baik, membuat panas sulit ter-radiasi keluar.
  • Jauhkan perangkat dari paparan sinar matahari.
  • Jangan tinggalkan Smartphone di dalam mobil. Seperti diketahui, interior mobil juga bisa menjadi sangat panas akibat paparan sinar matahari.

Pakai charger asli

Ini terdengar sepele, tapi punya dampak sangat besar terhadap keawetan perangkat dan keselamatan anda. Selalu pakai charger OEM karena sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan Smartphone. Memilih charger yang tidak kompatibel hanya akan memperpendek usia baterai. Selain itu, resiko terbesarnya adalah kebakaran seperti kasus-kasus yang marak terjadi belakangan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here