BHATARAMEDIA.COM – Implementasi dan Implikasi Teknologi Pengenalan Wajah iPhone X mendapatkan hype yang begitu besar ketika pertama kali memperkenalkan fitur terbarunya, Face ID. Teknologi tersebut telah menjadi bagian penting dari perangkat berlogo apel ini. Lalu, adakah hal yang perlu dikhawatirkan dari semakin meluasnya pemakaian Facial Recognition? Sama seperti teknologi lain, masih ada celah-celah yang perlu disempurnakan. Contohnya ketika beberapa pengguna melaporkan bahwa Smartphone mereka bisa dibuka oleh orang lain yang punya kemiripan wajah.

Manfaat

Teknologi ada untuk mempermudah kehidupan manusia. Terlepas dari dampak negatif yang mungkin ditimbulkan, nyatanya fitur ini menawarkan banyak kelebihan. Tidak ada lagi yang namanya lupa password seperti ketika Smartphone hanya menyediakan opsi Passcode. Dari segi akurasi, metode ini juga tidak kalah dari fingerprint sensor.

Rencananya teknologi pengenalan wajah akan dipergunakan pada Event Olympics di tahun 2020 nanti. Tujuannya adalah agar proses identifikasi atlet, panitia, dan media lebih mudah dilakukan. Kelebihan lain yang ditawarkan adalah soal kepraktisan. Tidak perlu waktu lama membuka kunci Smartphone dengan Face ID. Anda hanya perlu melihat ke arah layar. Jika gambar yang terlihat cocok dengan database, kunci akan terbuka seketika.

Cara kerja

Teknologi Face ID dari Apple bekerja dengan memproyeksikan 30 ribu titik tidak terlihat ke wajah pemilik Smartphone. Ini akan menciptakan peta 3D, sehingga bentuk wajah dari orang bersangkutan bisa diindentifikasi. Berkat proses mapping yang mendetail, teknologi Face ID saat ini semakin sulit dicurangi. Ini tentu menjadi kabar baik bagi pengguna setia iPhone, pasalnya Apple selalu menomorsatukan privasi dan keamanan konsumennya.

Implementasi teknologi pengenalan wajah

Teknologi pemindai wajah bisa dipakai untuk kebutuhan lain di luar konteks otentifikasi. Salah satu contohnya adalah membantu polisi dalam menangkap penjahat. Misalnya saja di Irlandia, penegak hukum di negara tersebut memakai teknologi serupa untuk mengenali wajah pelaku kejahatan, bahkan ketika mereka berada di tengah kerumunan. Pun begitu dengan polisi di New York, mereka juga dibantu teknologi pemindai wajah untuk mengenali buronan.

Contoh implementasi lainnya adalah untuk judi. Mungkin terdengar aneh ketika teknologi keamanan dikait-kaitkan dengan hal-hal berbau hiburan. Tapi faktanya memang seperti itu. Di salah satu korporasi gambling di Ontario, Kanada, Facial Recognition telah dipergunakan untuk mengenali wajah pejudi kelas berat. Proses identifikasi dimulai ketika tamu melakukan pendaftaran. Jika data wajah telah tersimpan dan orang tersebut disinyalir mengalami kecanduan berat, pihak kasino akan melakukan blacklist. Masih ada banyak contoh penerapan lain, seperti untuk mendata penumpang pesawat atau saat membayar tagihan.

Implikasi teknologi pengenalan wajah

Seperti disinggung di awal, teknologi apapun punya sisi negatif jika tidak disikapi secara bijaksana. Dalam hal ini, teknologi pengenalan wajah dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung wajah. Dengan semakin mudahnya orang mengakses fitur ini, semakin sering pula akan terdengar pelanggaran terhadap privasi.

Penyedia layanan e-Commerce, aplikasi mobile, dan lainnya tidak akan mau ketinggalan memakai Facial Recognition untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Pada kondisi seperti ini, persetujuan konsumen sangatlah diperlukan agar data yang diberikan tidak disalahgunakan atau jatuh ke tangan yang salah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here