Bhataramedia.com – Kekuatan berpikir positif bukanlah meruakan suatu hal yang klise, setidaknya ketika berbicara mengenai risiko penyakit Alzheimer.

Penelitian baru dari King College London telah menunjukkan bahwa pikiran negatif yang berulang (gejala umum dari banyak gangguan psikologis) dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit alzheimer.

Di dalam naskah ilmiah yang diterbitkan di Journal of Alzheimer, para peneliti berpendapat bahwa kebiasaan berpikir negatif selama jangka waktu lama merugikan kapasitas otak untuk berpikir dan membentuk kenangan. Hal inilah menempatkan individu pada risiko yang lebih besar untuk mengalami demensia.

Pemikiran seperti ini sering terjadi pada orang yang menderita depresi, kecemasan, gangguan tidur, gangguan stres pascatrauma dan stres kehidupan kronis.

Para peneliti Inggris menemukan bahwa hal tersebut tidak hanya akan memakan kapasitas yang terbatas dari sumber daya otak, tetapi juga memicu respon stres fisik di otak, yang di dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan dan mengurangi ketahanan otak terhadap penyakit Alzheimer.

“Perawatan yang mengurangi pemikiran negatif sudah ada dan kami percaya bahwa hal tersebut dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer,” kata Robert Howard, seorang profesor psikiatri dan psikopatologi yang membantu melakukan penelitian tersebut.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memverifikasi konsep ini, namun proposal peenelitian kami yang baru menawarkan hal yang menjanjikan untuk mengurangi beban masyarakat yang ditimbulkan oleh penyakit Alzheimer,” lanjut dia, seperti dilansir King College London (17/11/2014).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here