Bhataramedia.com – Menurut penelitian baru, posisi tidur saat di rumah sakit dapat menjadi hal penting di dalam 24 jam pertama setelah seseorang menderita stroke iskemik.

Para peneliti meringkas penelitian-penelitian terbaru mengenai stroke iskemik (jenis yang paling umum dari stroke) yang terjadi ketika aliran darah ke otak terblokir akibat gumpalan. Jenis stroke lainnya lainnya adalah stroke hemoragik.

“Periode yang secara cepat mengikuti stroke iskemik akut adalah waktu dari risiko yang signifikan,” kata ahli saraf dari Loyola University Medical Center di Maywood, Illinois. “Perhatian cermat pada perawatan pasien stroke selama ini dapat mencegah cedera neurologis lebih lanjut dan mengurangi komplikasi umum, sehingga dapat mengoptimalkan kesempatan pemulihan fungsional,” lanjut dia.

Para peneliti menjelaskan bahwa duduk tegak dapat membahayakan pasien stroke iskemik karena mengurangi aliran darah ke otak saat dibutuhkan lebih banyak darah. Hal ini menunjukkan bahwa paling baik untuk menjaga pasien stroke untuk berbaring sedatar mungkin.

Stroke juga dapat menyebabkan pembengkakan otak yang dapat merusak otak. Para penulis mencatat bahwa menjaga pasien duduk tegak membantu memperbaiki drainase darah dan mengurangi pembengkakan.

“Ada beberapa data yang memandu pengambilan keputusan di dalam situasi yang sulit ini,” tulis Dr. Murray Flaster,  seperti dilansir Loyola University Health System (30/10/2014).

Faktor lain yang menyulitkan adalah bahwa beberapa pasien stroke mengalami kesulitan bernapas pada saat berbaring datar. Di dalam kasus tersebut, kepala tempat tidur harus di elevasi serendah mungkin sesuai dengan toleransi pasien.

Penelitian tersebut diterbitkan baru-baru ini di jurnal MedLink Neurology.

Penelitian tersebut juga meneliti isu-isu lain di dalam perawatan stroke, seperti kontrol gula darah, manajemen tekanan darah, penggunaan obat statin penurun kolesterol, komplikasi seperti pneumonia dan sepsis, serangan jantung dan masalah jantung lainnya, pembekuan darah, infeksi, kejang, stroke lebih lanjut, pembengkakan otak dan pendarahan, serta kekurangan gizi dan aspirasi.

Menurut penelitian tersebut, pasien yang dirawat di unit rumah sakit yang mengkhususkan diri di dalam perawatan stroke cenderung lebih mungkin untuk dapat kembali ke rumah, serta memiliki fungsi dan kualitas hidup yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here