Lemahnya pendidikan ideologi bangsa dinilai sebagai penyebab utama terjadinya radikalisme yang kian menjalar. Paham radikalisme tidak lagi menjadi sebuah paham di Indonesia. Peristiwa demi peristiwa yang runtut, menancapkan kobaran hawa radikalisme di negeri tercinta ini. Lemahnya pendidikan ideologi bangsa dinilai sebagai penyebab utama terjadinya radikalisme belakangan ini.

Pancasila
              ilustrasi Pancasila

Pancasila bukanlah lambang atau simbol negara Indonesia. Bukan pula sila dengan angan-angan kosong tentang tatanan masyarakat di dalamnya. Lebih dari hal tersebut, Pancasila adalah Indonesia itu sendiri. Pancasila merupakan ideologi bangsa, di mana di dalamnya tertuang harapan yang dalam tentang arah dan tujuan Indonesia.

Paham radikalisme bercokol dengan mudah dalam lingkup generasi muda dewasa ini. Emosi yang masih labil juga pengetahuan yang belum mumpuni tentang apa itu Pancasila, untuk siapa Pancasila ada, serta di mana dan bagaimana menerapkan sila-sila dalam Pancasila, menjadi penyebab utama mudahnya radikalisme berkembang di bangsa ini. Kaum muda dengan mudahnya diberi iming-iming surga bila melakukan tindakan radikalisme yang mengatasnamakan agama.

radikalisme
ilustrasi Radikalisme

Target utama radikalisme adalah mereka yang tidak sejalan dan sepaham, dengan kelompok yang berkepentingan. Pelaku radikalisme adalah mereka yang penuh ketidaktahuan, tentang apa yang menjadi kepentingan utama pemimpin kelompok tersebut. Inilah hal yang menjadi alasan pentingnya mengerti tentang dasar dan ideologi bangsa. Pendidikan Pancasila secara mendasar dapat menjadi perisai yang kuat untuk bangsa ini.

Penerapan Pendidikan Sila Pancasila
Penerapan pendidikan Pancasila dapat dilakukan sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah. Hal ini dilakukan untuk melawan radikalisme yang kian menjalar di Indonesia. Keduanya dapat saling bersinergi dalam penyempurnaan penanaman pengetahuan anak. Guru dan orang tua merupakan figur yang paling sering ditemui oleh seorang anak, maka, dapat dipastikan bahwa anak akan mengikuti apa yang dicontohkan oleh keduanya.

Sekolah
Sekolah adalah lembaga di mana seorang anak menjadi siswa. Sebuah tempat di mana anak mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan baru, yang belum didapatkan dari orang tua di rumah. Maka, sekolah sangat bertanggungjawab dengan segala keilmuan siswanya.
Pendidikan tentang Pancasila di sekolah dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:
Pembacaan Pancasila dan UUD 1945 dalam upacara di sekolah
Pancasila merupakan suatu hal yang wajib dalam setiap upacara bendera. Tidak hanya siswa, guru dan staf sekolah juga dituntut untuk ikut melafalkan sila dalam Pancasila setiap minggunya. Dengan pembiasaan ini, harapannya, siswa tahu tentang kelima sila dalam Pancasila dan menghafalkannya.

Memberikan pelajaran pancasila di sekolah
Siswa harus tahu tentang dasar-dasar pancasila sedini mungkin. Semakin cepat mereka tahu, semakin cepat mereka mengerti tentang bagaimana mereka harus bersikap, agar mencerminkan sila dalam Pancasila.

Pelatihan keagamaan sesuai keyakinan
Guru dapat mengajak siswanya untuk melakukan kegiatan keagamaan bersama, seperti sholat Jumat bersama bagi yang beragama Islam.

Guru bersikap adil terhadap semua siswa
Guru dapat memberikan contoh bagaimana seorang siswa tidak membeda-bedakan teman di sekolah, dengan bersikap adil terhadap siswa di kelas. Dengan begitu, siswa akan mendapatkan figur adil dalam diri guru.

Rumah
Rumah bukanlah sebuah lembaga formal tempat anak menimba ilmu, namun, di rumahlah segalanya berawal. Keluarga adalah lembaga utama seorang anak, orang tua adalah guru pertama bagi mereka. Orang tua dapat membantu anak untuk dapat mengamalkan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui hal sederhana.

Ketuhanan yang Maha Esa
Hal ini dapat dilakukan orang tua dengan mengenalkan Tuhan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Orang tua juga dapat mengajak anak untuk beribadah bersama.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Orang tua dapat memberikan penjelasan kepada anak bahwa setiap manusia diciptakan sama, memiliki hak dan kewajiban. Anak dapat diajak untuk dapat menghormati dan menghargai sesama, siapapun, dan di manapun itu.

Persatuan Indonesia
Anak dapat diajarkan untuk cinta pada tanah air. Merasa bangga menjadi Indonesia, daripada harus menjadi pribadi yang berbeda, yang tidak sesuai dengan kebudayaan bangsa.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Orang tua dapat mengajarkan anak untuk dapat mendengarkan pendapat orang-orang yang berbeda dalam memutuskan suatu hal, terutama di dalam kelompok.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Orang tua dapat mengajak anak untuk hidup hemat dan tidak foya-foya. Selain itu, untuk mendapatkan segala hal harus dengan usaha yang keras.

Pendidikan Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan senjata melawan timbulnya radikalisme yang kian menjalar. Keluarga dan sekolah dapat menjadi lembaga khusus bagi anak, belajar dan memperdalam apa yang ada di dalam Pancasila, sebagai ideologi dan dasar negara.