Bhataramedia.com – Bagaimana suka duka kuliah di Universitas Terbuka? Bagaimana nasib lulusannya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin masih hinggap di benak mereka-mereka yang ingin melanjutkan kuliah di UT setelah beberapa waktu tertunda. Nah, sebenarnya apa yang dimaksud Universitas Terbuka (UT) ini?

Universitas Terbuka (UT) merupakan Universitas Negeri yang didirikan tahun 1984 silam. Diantara Universitas Negeri lainnya, UT memiliki cabang paling banyak di setiap provinsi di Indonesia. Lebih lanjut, mari kita bahas kelebihan dan kekurangan dari Universitas Terbuka ini.

ut
ilustrasi Universitas terbuka

Apakah benar kuliah di Universitas Terbuka susah lulusnya?

Jika ada yang bilang kuliah di Universitas Terbuka itu susah lulus, mungkin ada benarnya. Bahkan untuk sekedar mendapat nilai B saja mungkin sangat susah. Nilai yang bagus butuh kerja keras, artinya harus ada inisiatif dan kreatifitas dari mahasiswa itu sendiri. Mengapa harus demikian?

Sebab kuliah di UT merupakan kuliah yang mandiri. Intinya para mahasiswa tidak ada yang tergantung pada orang lain, termasuk mahasiswa lain atau dosen. Jadi faktor lulus atau tidak, murni tergantung dari kemampuan mahasiswa itu sendiri. Cukup banyak faktor-faktor lain yang menyebabkan ada beberapa orang yang enggan kuliah di Universitas Terbuka.

Bagaimana cara belajar di Universitas Terbuka?

Cara belajar di Universitas Terbuka ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya, kuliah di Universitas Terbuka para mahasiswa tidak diwajibkan datang ke kampus. Mereka bisa belajar sendiri di rumah, di warnet, atau dimana saja selama masih ada koneksi internet.

universitas terbuka
ilustrasi UT

Melalui internet ini umumnya para mahasiswa UT saling berinteraksi dan berdiskusi (melalui situs student.ut.ac.id). Dari situs itu pula mahasiswa memperoleh materi pelajaran sesuai mata kuliah serta jurusan yang diambil masing-masing. Cara belajar ini menjadi nilai plus bagi mahasiswa yang memiliki jiwa bebas.

Kekurangannya, bagi mahasiswa yang tanggungjawabnya masih dipertanyakan (malas), cenderung kurang bisa mengikuti cara belajar seperti ini. Artinya, mereka yang kurang bisa mandiri akan kesulitan memperoleh hasil terbaik dari cara belajar ini.

Berapa biaya kuliah di Universitas Terbuka?

Bisa dibilang biaya kuliah di Universitas Terbuka tergolong murah, bahkan sangat murah. Disini mahasiswa tidak diwajibkan membayar sumbangan, uang gedung, dan lain sebagainya. Mereka cukup membayar biaya SKS. Untuk 1 semester biaya yang dibutuhkan mungkin di bawah Rp 2 juta. Terkait soal biaya ini sudah pasti menjadi nilai plus Universitas Terbuka.

Meski begitu, biaya kuliah yang murah bisa juga menjadi nilai minus. Mengapa? Karena kuliah di UT kadang dianggap remeh oleh orang lain, terutama oleh mereka-mereka yang kuliah di universitas bonafid. Meskipun sebenarnya menilai sesuatu hanya berdasarkan harganya itu kesalahan besar.

Bagaimana cara ujian di Universitas Terbuka?

Berbeda dari universitas lain, penerapan cara ujian di Universitas Terbuka cukup unik. Sewaktu ujian, nomor kursi mahasiswa yang mengikuti ujian akan diacak. Karena itu kecil kemungkinan menemukan teman satu jurusan di ruang ujian yang sama. Dengan cara ini nilai ujian mahasiswa di Universitas terbuka murni dari usaha sendiri. Bukan hasil mencontek atau cara-cara curang lainnya.

Cara ujian berikutnya yaitu ujian secara online. Durasi ujiannya sendiri sangat lama, sekitar satu bulan. Tapi jangan salah, ujian online ini bukan berarti bisa diikuti dari rumah atau warnet. Mahasiswa tetap harus datang ke kampus yang ditunjuk oleh pihak Universitas Terbuka itu sendiri.

Apakah di Universitas Terbuka ada skripsi?

Kuliah di Universitas Terbuka tidak ada skripsi. Namun begitu tugas skripsi mahasiswa diganti dengan Tugas Akhir Program (TAP). Sama seperti skripsi, untuk tugas TAP ini mahasiswa juga diwajibkan membuat karya ilmiah.