Bhataramedia.com – Tidak kurang dari 2500 siswa dari Indonesia saat ini sedang menempuh pendidikan di Jepang. Dari ribuan siswa tersebut mayoritas adalah siswa-siswa terbaik yang memperoleh beasiswa baik dari instansi, perusahaan, dan pemerintah Jepang itu sendiri. Salah satu beasiswa dari Pemerintah Jepang yang cukup populer di masyarakat Indonesia yaitu beasiswa dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan teknologi Jepang. Atau lebih dikenal dengan Monbukagakusho (MEXT) yang mencakup biaya studi serta biaya hidup tanpa ada ikatan sama sekali.

ilustrasi beasiswa monbukagakusho
monbukagakusho

Kedubes Jepang beserta Konsulatnya setiap tahun ‘bergerilya’ di 3 kota besar di Indonesia yaitu Surabaya, Medan, serta Makassar untuk mencari siswa-siswa terbaik. Mereka setiap tahun membuka pendaftaran dan melakukan proses seleksi bagi siapapun siswa peminat Beasiswa Monbukagakusho. Ada beberapa program yang ditawarkan kepada calon siswa yaitu: Program Research Student yang dperuntukan bagi lulusan Perguruan Tinggi (PT), Undergraduate, dan College of Technology & Professional Training College untuk lulusan SLTA. Ada juga Japanese Studies khusus bagi mahasiswa program studi Jepang, dan bagi guru ada program Teacher Training.

studi di jepang
ilustrasi studi di jepang

Sekilas Tentang Beasiswa Monbukagakusho
Pada prinsipnya Beasiswa Monbukagakusho adalah beasiswa yang bersifat tidak mengikat. Beasiswa ini diberikan Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Jepang yang berada di Indonesia. Dalam setiap tahunnya akan menjaring ribuan peserta untuk kemudian diberangkatkan ke Jepang. Biaya keberangkatan, biaya pendidikan, dan biaya hidup selama di Jepang ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Jepang.
Untuk mendapatkan Beasiswa Monbukagakusho, selain harus melakukan pendaftaran, siswa atau peserta wajib mengikuti seleksi dan harus lulus dari ujian tertulis serta memenuhi semua persyaratan yang diberlakukan. Dalam program beasiswa ini peserta hanya bisa memilih salah satu program saja yaitu D2, D3, D1, S1, S2, S3, juga Pelatihan Guru atau Pelajar Jepang.
Berikut ulasan singkat beberapa program yang ditawarkan Beasiswa Monbukagakusho.
Program Japanese Studies
Japanese Studies merupakan salah satu program Beasiswa Monbukagakusho khusus untuk para mahasiswa/i yang saat ini sedang kuliah jurusan Jepang (program S1). Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang serta memperdalam wawasan budaya Jepang. Program non-gelar ini berdurasi 1 tahun dan dimulai pada bulan Oktober setiap tahunnya.
Teacher Training
Program Teacher Training merupakan program Beasiswa Monbukagakusho berikutnya yang dikhususkan untuk para guru, guna meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah sesuai dengan bidangnya. Selain itu program ini juga memberi pelatihan cara mengajar, rencana-rencana proses belajar-mengajar yang lebih efektif sekaligus menarik minat siswa, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas dan kemampuan guru. Program non-gelar ini berdurasi 1 tahun 6 bulan (belajar bahasa Jepang untuk 6 bulan pertama), dan dimulai pada bulan Oktober setiap tahunnya.
Program D2, D3, S1
Program Beasiswa Monbukagakusho yang terakhir ini dirancang khusus untuk siswa/i Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan yang sederajat. Program ini menjaring siswa untuk ikut melanjutkan pendidikan ke jenjang Specialized Training College (D-2), College of Technology (D-3), dan ke Universitas (S-1). Yang perlu digarisbawahi, untuk program ini siswa/i atau pelamar hanya diperbolehkan memilih 1 (satu) program saja dari D2, D3, atau S1.
Khusus untuk Beasiswa Monbukagakusho Undergraduate / GAKUBU (S-1) ini masa studinya selama 5 tahun, 1 tahun pertama khusus belajar bahasa Jepang. Untuk jurusan kedokteran umum (termasuk dokter gigi, dokter hewan, dan sebagian farmasi) masa studinya lebih lama yaitu 7 tahun.