Bhataramedia.com—Kanker mulut rahim atau yang kini lebih dikenal sebagai kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh kaum wanita. Menurut data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker yang ada di Indonesia, sepertiganya adalah penderita kanker serviks.

WHO sendiri mencatat bahwa setiap tahunnya terdapat ribuan wanita yang meninggal diakibatkan oleh kanker serviks. Hal ini semakin mempertegas bahwa kanker serviks adalah penyakit yang sangat berbahaya dan menjadi penyakit yang menempati urutan teratas sebagai penyebab kematian wanita di dunia.

kanker serviks
ilustrasi kanker serviks -credit : deherba.com

Dinamakan kanker mulut rahim karena memang penyakit satu ini menyerang bagian organ reproduksi wanita atau tepatnya menyerang bagian leher rahim. Leher rahim sendiri adalah bagian tersempit di bagian bawah antara kemaluan dan juga rahim. Oleh sebab itu diperlukan langkah-langkah pencegahan kanker serviks seperti berikut ini.

Pap Smear

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Salah satunya adalah dengan melakukan Pap Smear. Pas Smear sendiri adalah nama sebuah alat skrining yang memiliki fungsi untuk mendeteksi sel-sel kanker serviks.
Pap Smear ini sangat dianjurkan untuk wanita sejak berusia 21 tahun untuk mencegah adanya kanker serviks. Dari rentang usia 21 hingga 29 tahun setidaknya seorang wanita harus melakukan Pap Smear setiap 3 tahun sekali.
Tes ini sendiri merupakan sebuah tindakan medis yang dilakukan untuk memeriksa kondisi leher rahim hingga pada panggul rahim. Tentu ini dilakukan sebagai langkah pencegahan kanker serviks dan juga jika ternyata ditemukan sel kanker, maka sel tersebut harus segera dicegah supaya tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya.
Pengujian HPV ketika Pap Smear tidak boleh dilakukan pada wanita yang masih berada dalam rentang usia 21-29 tahun, terkecuali jika memang untuk digunakan pada tahap selanjutnya yaitu untuk tes Pap Smear abnormal. Untuk wanita dalam rentang usisa 30-65 tahun direkomendasikan untuk melakukan Pap Smear dan juga HPV setiap 5 tahun sekali sebagai langkah pencegahan kanker serviks karena pada usia tersebut sangat rentan sekali terkena kanker serviks.
Adapun waktu yang tepat untuk melakukan tes Pap Smear adalah 5 hari setelah menstruasi. Ketika akan melakukan Pap Smear maka disarankan tidak menggunakan jeli ataupun krim lainnya pada bagian vagina dan juga dilarang melakukan hubungan intim sebelum melakukan tes.

Vaksin HPV

Cara kedua yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya kanker leher rahim adalah dengan melakukan vaksinasi kanker serviks. Vaksinasi menjadi langkah pencegahan awal karena 70-80% kanker serviks diakibatkan oleh infeksi virus HPV tipe 16 dan juga tipe 18.
Vaksin ini merupakan vaksin yang tidak hidup tetapi tetap berfungsi untuk melindungi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin HPV mampu bertahan sangat lama. Meski demikian, masih diperlukan proses skrining karena vaksin HPV tidak bisa melindungi tubuh dari semua jenis virus HPV yang ada.

Oleh sebab itu sebagai langkah pencegahan kanker serviks sebaiknya pemberian vaksin sudah dimulai sejak anak perempuan berusia 11-12 tahun. Jenis vaksin HPV yang direkomendasikan adalah jenis pencegahan kutil pada kelamin anak perempuan yaitu jenis vaksin HPV4. Vaksin jenis ini juga sebetulnya bisa diberikan pada anak laki-laki dengan rentang usia 9-26 tahun.
Pemberian vaksin sejak dini sangat penting karena hampir 100% vaksin yang diberikan sejak anak perempuan berusia dini bisa mencegah terjadinya kanker hingga 100%.

Adapun efek samping yang ditimbulkan dari pemberian vaksin adalah sebagai berikut:

1. Terasa nyeri dan juga bekas kemerahan ataupun bengkak pada bagian bekas disuntikannya vaksin.
2. Terjadi demam ringan.
3. Gatal-gatal.

Tidak Merokok

Merokok, selain dapat menyebabkan penyakit pada paru-paru dan juga jantung, khusus untuk kaum wanita juga dapat memicu terjadinya kanker serviks. Oleh sebab itu untuk para wanita dianjurkan sekali untuk tidak merokok ataupun menghirup asap rokok.

Zat kimia yang terdapat pada asap rokok jumlahnya mencapai ribuan. Dari sekian ribu zat kimia tersebut diantaranya adalah nikotin, tar, dan juga karbon monoksida. Jika karbon monoksida tersebut terus menerus terhirup maka akan mengikat hemoglobin dan jika terus berlanjut, maka darah bisa saja kehabisan oksigen. Nah, hal inilah yang nantinya akan memicu terjadinya kanker, termasuk kanker serviks.

Selain hal yang sudah dijelaskan tadi, karena penyebab utama kanker serviks adalah virus HVP, maka ketika virus berkombinasi dengan asap rokok, maka pengaruh virus akan semakin besar dan semakin sulit untuk dilawan oleh antibodi tubuh sendiri. Oleh sebab itu hindarilah rokok sebagai cara pencegahan kanker serviks yang utama.

Setia Dengan Satu Pasangan

Khusus untuk wanita yang sudah dewasa dan sudah menikah, maka setialah hanya dengan pasangan anda sendiri. Karena menurut sebuah penelitian, wanita yang memiliki banyak pasangan dalam hubungan intim selain memiliki resiko terkena penyakit menular seksual juga memiliki resiko terkena kanker serviks.

Dengan bergonta-ganti pasangan, maka resiko terkena penularan virus HPV menjadi semakin besar. Meskipun menggunakan kondom, jika salah satu diantara organ intim yang saling bertransmisi ternyata memiliki virus HPV maka saat itulah terjadi penularan virus tersebut karena dengan sentuhan kulit saja, bakteri yang terkandung pada seseorang bisa menular pada pasangannya.
Oleh sebab itu tetap setialah dengan satu pasangan dan jangan pernah bergonta-ganti pasangan karena pencegahan kanker serviks juga bisa dimulai dengan mempertahankan kesetiaan sebuah hubungan.

Mulai Hidup Sehat

Gaya hidup juga menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Gaya hidup yang sehat dan teratur akan lebih baik dan juga berdampak positif pada kesehatan tubuh. Anda akan terhindar dari berbagai macam jenis penyakit baik itu penyakit yang ringan hingga berbagai penyakit yang berat.

Gaya hidup sehat tidaklah mahal, cukup dengan menjaga pola makan seperti makanan kaya serat dan vitamin, makanan rendah gula dan kolesterol dan menghindari makanan yang selalu digoreng. Selain itu, untuk meningkatkan daya kekebalan tubuh, diperlukan juga olah raga yang teratur.
Pencegahan kanker serviks dengan menerapkan pola hidup sehat sangatlah penting, karena dengan kondisi fisik yang selalu terjaga, apapun penyakit yang ada akan sangat sulit untuk menyerang tubuh. Selain itu ada beberapahal yang harus mulai dibiasakan agar tidak terkena kanker serviks seperti:

1. Tidak membersihkan area intim di toilet umum karena kebersihan air di toilet umum sangat tidak terjaga. Sebaiknya gunakan tisue steril ketika di toilet umum.
2. Ganti celana dalam secara rutin setiap hari.
3. Ketika sedang menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin, minimal 2 jam sekali.
4. Hindari memegang organ intim saat kondisi tangan kotor.
5. Hindari makanan-makanan yang dapat menyebabkan keputihan.
6. Gunakan sabun khusus untuk membersihkan area organ vital.

Nah cara-cara pencegahan kanker serviks tersebut bisa mulai anda lakukan dari sekarang juga, karena seperti pepatah yang mengatakan bahwa mencegah akan lebih baik daripada mengobati.