Bhataramedia.com-Tidak sedikit orang yang bingung dan salah mengintepretasikan mengenai Sekolah Tinggi Kedinasan. Kebanyakan orang keliru ketika membedakan sekolah kedinasan ini dengan Sekolah Ikatan Dinas. Walaupun sebenarnya ada kemiripan, akan tetapi sebetulnya keduanya memiliki pengertian sendiri.

ilustrasi sekolah kedinasan
ilustrasi sekolah kedinasan

Sekolah kedinasan yang saat ini lebih dikenal sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan sebetulnya terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu Sekolah Kedinasan Ikatan Dinas dan Sekolah Kedinasan Non Ikatan Dinas.

Secara sederhana, untuk membedakan antara sekolah kedinasan dan ikatan dinas adalah sekolah kedinasan merupakan nama sekolahnya sedangkan ikatan dinas adalah status atau sifat dari sekolah tersebut.

Pengertian Sekolah Tinggi Kedinasan dan Perbedaannya dengan Ikatan Dinas
Seperti yang sudah dibahas tadi, Sekolah Tinggi Kedinasan adalah sebuah Perguruan Tinggi atau Sekolah Tinggi yang dikelola langsung oleh sebuah badan atau kementrian ataupun lembaga pemerintahan lainnya yang sebagian besar atau seluruh biayanya ditanggung oleh lembaga yang menaunginya tersebut. Sedangkan Sekolah Ikatan Dinas adalah status sebuah Sekolah Kedinasan yang melekat pada alumninya.

Jadi secara sederhana, jika status Sekolah Kedinasan tersebut adalah ikatan dinas, maka setelah seseorang menyelesaikan masa pendidikannya di sekolah kedinasan tersebut, maka sebagai seorang alumni ia akan langsung diangkat menjadi seorang pegawai di instansi yang menaungi sekolahnya tadi.

sekolah tinggi akuntansi negara
sekolah tinggi akuntansi negara

Misalnya ketika seseorang berkuliah di STAN ( Sekolah Tinggi Akutansi Negara ) maka setelah lulus ia akan langsung diangkat menjadi pegawai Kementerian Keuangan karena STAN berada di bawah pengelolaan Kementrian Keuangan.

Jika status sekolah kedinasan tersebut adalah non ikatan dinas, maka alumninya bisa ditempatkan di mana saja di instansi-instansi terkait lainnya, tidak akan selalu menjadi pegawai instansi yang menaungi sekolah tersebut.

Jadi sebetulnya sebuah Sekolah Tinggi Kedinasan belum tentu merupakan sekolah ikatan dinas juga. Salah satu contoh sekolah kedinasan sekaligus ikatan dinas adalah Akademi Kepolisian dan juga Akademi Militer. Kedua lulusan sekolah tinggi ini nantinya akan langsung bertugas sebagai Polisi maupun TNI yang berarti langsung bertugas di instansi yang menaungi ke dua sekolah tinggi tersebut.

Berbeda misalnya dengan IPDN yang merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Kementrian Dalam Negeri. Setelah selesai melakukan pendidikan, lulusan IPDN belum tentu ditugaskan di kantor Kementrian Dalam Negeri akan tetapi bisa ditempatkan di mana saja, di institusi-institusi pemerintahan lainnya yang masih ada hubungan dengan Kementrian Dalam Negeri.
Bahkan tidak sedikit pula alumni atau lulusan IPDN yang kemudian ditugaskan menjadi kepala daerah setingkat lurah atau camat.

Biaya Kuliah Murah Bahkan Gratis
Karena berada di bawah naungan instansi pemerintah secara langsung, maka salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Sekolah Tinggi Kedinasan adalah biaya pendidikan yang sangat terjangkau. Bahkan tidak sedikit sekolah kedinasan yang tidak menarik biaya sepeserpun dari mahasiswanya.
Mengapa biaya kuliah bisa sangat terjangkau? Jawabannya adalah karena Perguruan Tinggi Kedinasan sudah mendapatkan subsidi dari APBN. Jadi setiap tahunnya pemerintah memberikan anggaran untuk biaya operasional sekolah kedinasan melalui lembaga atau instansi yang menaunginya. Sehingga karena disubsidi langsung dari anggaran APBN, biaya kuliah di Perguruan Tinggi Kedinasan relatif lebih murah.

Fasilitas Sekolah Kedinasan
Tentunya setiap Perguruan Tinggi memiliki fasilitasnya masing-masing. Biasanya fasilitas yang dimiliki tersebut berbeda antara satu dengan yang lainnya. Begitu pula dengan sebuah Perguruan Tinggi Kedinasan.

Perguruan Tinggi Kedinasan memiliki sebuah fasilitas yang tidak dimiliki oleh Perguruan Tinggi lainnya. Fasilitas tersebut merupakan sebuah jaminan yang diberikan Perguruan Tinggi Kedinasan bagi para lulusannya untuk diangkat sebagai pegawai tetap di instasi yang berkaitan dengan kampus tersebut.

Sebagian besar dari lulusan Perguruan Tinggi Kedinasan akan diangkat menjadi PNS begitu mereka lulus. Bahkan tidak jarang, untuk sebagian Sekolah Tinggi Kedinasan telah memberikan fasilitas berupa pengangkatan sebagai CPNS untuk mahasiswanya walaupun si mahasiswa tersebut belum menyelesaikan pendidikannya atau belum lulus.

Untuk sebagian sekolah kedinasan yang telah mengangkat mahasiswanya menjadi CPNS walaupun si mahasiswa belum menyelesaikan pendidikannya, maka otomatis si mahasiswa tersebut telah mendapatkan fasilitas berupa gaji atau uang saku. Besaran gaji atau uang saku telah disesuaikan dengan kepangkatan atau golongan CPNS si mahasiswa.
Tentu fasilitas semacam ini tidak akan pernah ditemui di Perguruan Tinggi lainnya baik itu Perguruan Tinggi Swasta ataupun Perguruan Tinggi Negeri sekalipun.

Biasanya Bersifat Semi Militer
Karena tujuan dari didirikannya sekolah kedinasan adalah untuk mencetak pegawai-pegawai cekatan dan berdedikasi tinggi sesuai dengan kebutuhan dari instansi yang menaunginya, maka biasanya sistem pendidikan di Sekolah Tinggi Kedinasan sedikit berbau militer atau bisa dikatakan semi militer walaupun sekolah tersebut bukanlah sekolah militer seperti AKPOL atau AKMIL.

Sistem semi militer sendiri berarti sistem yang menerapkan prinsip-prinsip militer seperti selalu tepat waktu dan memiliki disiplin yang sangat tinggi. Hal ini dimaksudkan karena, nantinya lulusan dari sekolah kedinasan akan disiapkan sebagai pegawai-pegawai di instansi pemerintah, yang bertugas untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

Maka dari itu seorang yang disiapkan untuk menjadi ASN atau PNS haruslah memiliki dedikasi yang tinggi juga disiplin dan selalu tepat waktu agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan maksimal. Jika seorang ASN atau PNS tidak memiliki dedikasi yang baik dan juga tidak pernah disiplin, maka sistem yang ada pada instansi tersebut akan kacau dan pelayanan pun akan terhambat.

Tentu saja sistem militer yang diterapkan di Sekolah Tinggi Kedinasan tidak murni seperti sistem yang diterapkan di AKPOL dan AKMIL karena hanya ditujukan untuk pegawai lingkungan sipil saja. Adapun sistem semi militer tersebut selain dari aspek disiplin yang sangat tinggi juga bisa dilihat dari beberapa aspek lainnya seperti:

– Penggunaan seragam yang di desain dengan penambahan atribut-atribut tertentu sesuai dengan sekolah kedinasannya.
-Kerapian berpakaian mulai dari tatanan rambut, cara berpakaian, dan juga sepatu yang digunakan haruslah seragam.
-Sistem senioritas yang sangat tinggi.
-Menuntut kegiatan fisik yang tinggi dan juga padat.
-Sistem kampus dengan asrama.

Walaupun demikian tidak semua Sekolah Tinggi Kedinasan menerapkan sistem semi militer yang sama. Misalnya di STIS tidak terdapat kegiatan fisik dan juga asrama, namun di STAN terdapat kegiatan fisik dan juga asrama. Jadi setiap sekolah kedinasan menerapkan sistem semi militernya sendiri sehingga tidak ada sebuah patokan yang pasti.

Tantangan Masuk Sekolah Kedinasan
Khusus untuk kamu yang baru lulus SMA dan memiliki rencana untuk melanjutkan kuliah di sebuah sekolah kedinasan, ada beberapa hal yang menjadi tantangan. Tantangan tersebut diantaranya adalah sedikitnya informasi mengenai sekolah kedinasan dan juga sedikitnya pemahaman tentang sistem pendidikan di Sekolah Tinggi Kedinasan tersebut.

Oleh sebab itu kamu harus mencari sendiri informasi selengkap-lengkapnya mengenai pendaftaran, ujian masuk dan juga hal-hal lainnya. Bahkan tidak sedikit pihak sekolah yang tidak paham mengenai sekolah kedinasan. Selain itu persaingannya juga sangat ketat.
Nah itulah berbagai hal mengenai Sekolah Tinggi Kedinasan semoga bisa membantu kamu yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.