Bhataramedia.com – Penelitian baru yang dilakukan oleh tim ilmuwan konservasi memberikan pemeriksaan sistematis pertama mengenai informasi sosial beruang kutub yang dapat memungut bau yang tersisa di jejak kaki beruang kutub lainnya. Para penulis juga menduga bahwa komunikasi bau pada beruang kutub dapat terancam jika perubahan iklim yang mendorong hilangnya es di Arktik meningkat. Penelitian ini dilakukan oleh San Diego Zoo Institute for Conservation Research, Polar Bears Internasional dan US Geological Survey di Alaska.

“Komunikasi yang efektif penting untuk kesuksesan reproduksi hewan yang soliter dan memiliki jangkauan yang luas,” kata Dr. Megan Owen, penulis utama studi yang diterbitkan di Journal of Zoology tersebut.

“Mengembangkan pemahaman mengenai bagaimana komunikasi terkait dengan lingkungan, dapat meningkatkan kemampuan kita untuk memprediksi dampak perubahan lingkungan yang cepat pada populasi,” lanjut dia, seperti dilansir Zoological Society of San Diego (04/11/2014).

Bentuk komunikasi kimia ini cenderung terbentuk oleh batasan lingkungan pada Kutub Utara. Para ilmuwan khawatir bahwa komunikasi ini kemungkinan terkena dampak jika jalur bau terganggu karena  peningkatan hilangnya lapisan es akibat perubahan iklim. Beruang kutub adalah hewan penyendiri, mereka berkumpul bersama-sama di dalam waktu yang singkat untuk bereproduksi. Seperti di banyak spesies yang sama, bau diduga memainkan peran penting di dalam komunikasi sosial, baik dari segi menghindari individu yang berpotensi agresif serta mencari calon pasangan.

“Komunikasi bau merupakan instrumen untuk mengelola agresi dan memotivasi ketertarikan reproduksi di dalam spesies soliter. Komunikasi bau memainkan peran penting di dalam mengatur perilaku sosial dan ini sangat penting selama musim kawin,” kata Owen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here