ilustrasi omega 3
omega 3

Bhataramedia.com – Konsumsi suplemen asam lemak omega-3 tertentu selama kehamilan dapat mengurangi risiko asma pada masa kanak-kanak hingga sepertiga. Hal ini berdasarkan studi baru dari Copenhagen Prospective Studies on Asthma in Childhood (COPSAC) dan University of Waterloo.

Penelitian, yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, menemukan bahwa wanita yang diresepkan 2,4 gram suplemen omega-3 rantai panjang selama trimester ketiga kehamilan memiliki penurunan risiko pada anak-anaknya dari asma hingga 31 persen. Asam lemak omega-3 rantai panjang, yang meliputi eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA), yang ditemukan dalam ikan air dingin, merupakan senyawa utama untuk mengatur respon kekebalan tubuh manusia.

“Kami sudah lama menduga ada hubungan antara sifat anti-inflamasi dari lemak omega-3 rantai panjang, asupan rendah omega-3 dalam diet Barat dan tingginya tingkat asma anak,” kata Profesor Hans Bisgaard dari COPSAC di Copenhagen University Hospital. “Studi ini membuktikan bahwa secara definitif dan signifikan, hal tersebut saling terkait.” Tambahnya seperti dilansir laman University of Waterloo (29/12/2016).

Penelitian ini menggunakan rapid analytical techniques yang dikembangkan dan dilakukan di University of Waterloo untuk mengukur kadar EPA dan DHA dalam darah wanita hamil. Laboratorium yang kompatibel untuk melakukan tes ini hanya ada beberapa di dunia, salah satunya adalah di University of Waterloo.

“Mengukur kadar asam lemak omega-3 dalam darah memberikan penilaian yang akurat dan tepat terhadap status nutrisi,” kata Profesor Ken Stark, Canada Research Chair di Nutritional Lipidomics dan Profesor di Fakultas Ilmu Kesehatan Terapan di Waterloo”. Laboratorium kami telah didesain secara unik untuk mampu mengukur asam lemak secara cepat, sangat tepat, dan dengan cara yang hemat biaya.” Pungkasnya.

Pengujian juga mengungkapkan bahwa wanita dengan tingkat EPA dan DHA yang rendah dalam darahnya pada awal penelitian merupakan kelompok yang paling diuntungkan dari adanya asupan suplemen. Untuk kelompok wanita ini, asupan suplemen tersebut mengurangi risiko relatif anak-anak untuk mengembangkan asma sebesar 54 persen.