Bhataramedia.com – Para ilmuwan di Cold Spring Harbor Laboratory (CSHL) hari ini mengumumkan cara baru untuk secara dramatis meningkatkan hasil panen. Tim yang dipimpin oleh Associate Professor, Zachary Lippman, bekerja sama dengan rekan-rekannya dari Israel, telah menemukan satu set variasi gen yang dapat meningkatkan produksi buah pada tanaman tomat sebanyak 100%.

Pemulia tanaman akan dapat menggabungkan varian gen yang berbeda di antara satu set variasi gen tersebut untuk menciptakan tanaman yang optimal untuk varietas dan kondisi pertumbuhan tertentu. Satu set mutasi akan memungkinkan petani untuk memaksimalkan hasil panen tomat dan berpotensi untuk meningkatkan hasil panen tanaman berbunga lainnya, termasuk tanaman pokok seperti kedelai.

“Secara tradisional, para pemulia tanaman telah mengandalkan variasi alami di dalam gen tanaman untuk meningkatkan hasil, tetapi tidak mendapatkan hasil yang optimal,” kata Lippman.

“Ada kebutuhan mendesak untuk menemukan cara-cara baru bagi pemulia tanaman agar dapat menghasilkan lebih banyak makanan,” lanjut dia seperti dilansir Cold Spring Harbor Laboratory (02/10/2014).

Di seluruh dunia lebih dari 842.000.000 orang-orang tidak menerima makanan yang cukup, sekitar 1 orang di antara 8 orang yang hidup hari ini. Biaya makanan diperkirakan akan meningkat dan kelaparan kemungkinan akan menjadi lebih luas seiring perkembangan populasi global yang akan melampaui 9 miliar orang pada tahun 2050.

Manusia purba dan pemulia tanaman zaman dahulu telah mengetahui bahwa memilih tanaman dengan ‘arsitektur’ yang dimodifikasi dapat berdampak besar pada jumlah buah yang dihasilkan.

Di dalam istilah ilmiah umum, Lippman menjelaskan, “Hasil variasi tanaman merupakan hasil dari keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif (tunas dan daun)an produksi bunga. Agar dapat meningkatkan hasil panen, kami ingin tanaman untuk memproduksi banyak bunga dan buah-buahan sebanyak mungkin, tetapi hal ini membutuhkan energi, energi yang dihasilkan di dalam daun.”

Di dalam tomat dan semua tanaman berbunga lainnya, keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan bunga dikendalikan oleh sepasang hormon saling bertentangan, yang disebut florigen dan anti-florigen. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mutasi pada florigen dapat menggeser keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan bunga,serta  memodifikasi arsitektur tanaman dengan cara yang meningkatkan hasil. Hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara florigen dan anti-florigen kemungkinan belum optimal pada tanaman tomat, meskipun tanaman tomat selama berabad-abad sudah dikembangbiakan dengan varian alami.

Di dalam penelitian yang diterbitkan di Nature Genetics, Lippman dan timnya untuk pertama kalinya mengidentifikasi berbagai mutasi gen baru yang memungkinkan cara untuk menyempurnakan keseimbangan florigen dan antiflorigen. Hal ini memaksimalkan produksi buah tanpa mengorbankan energi dari daun yang diperlukan untuk mendukung buah-buahan.

“Kami mencampur dan mencocokan semua mutasi dan kami mampu menghasilkan tanaman dengan berbagai variasi. Koleksi mutasi yang kami buat menciptakan perangkat genetik yang kuat bagi pembudidaya untuk menentukan nilai optimum baru di dalam pembibitan dan modifikasi yang dapat mencapai hasil keuntungan yang sebelumnya tidak dapat dicapai,” jelas Lippman.

Lippman mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut tampaknya secara umum berlaku untuk tanaman berbunga lainnya. Mutasi yang mempengaruhi florigen dan antiflorigen sudah diketahui berperan di dalam mengendalikan variasi tanaman untuk tanaman penghasil minyak, rapeseed dan bunga matahari, dan dapat diterapkan pada tanaman tersebut. Namun, tim peneliti ingin beralih ke tanaman pangan penting, khususnya kedelai, yang berbagi banyak kesamaan pertumbuhan dengan tomat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here