Bhataramedia.com – Lahan pertanian saat ini telah menghilang sebagian karena peningkatan salinitas di dalam tanah sebagai akibat dari perubahan iklim dan fenomena buatan manusia lainnya. Melalui suatu opini yang diterbitkan di jurnal Cell Press Trends in Plant Sciences, peneliti mengajukan konsep baru untuk mengembangbiakan tanaman pangan yang mentoleransi garam sebagai cara untuk berkontribusi terhadap upaya global mengenai produksi pangan yang berkelanjutan.

“Kami menyarankan bahwa kita harus belajar dari alam melalui tanaman jenis halophytes. Jenis tanaman ini mengambil garam, tetapi dapat menyimpannya di tempat yang aman di dalam struktur seperti balon eksternal yang disebut salt bladders,” kata rekan penulis senior, Prof. Sergey Shabala, dari University of Tasmania, Australia.

“Strategi ini tidak pernah ditargetkan oleh para pembudidaya, sehingga dapat menambah dimensi baru dan sangat menjanjikan untuk pembibitan tanaman yang mentoleransi garam,” katanya, seperti dilansir Cell Press (28/10/2014).

Salinitas tanah mengklaim sekitar 3 hektar lahan pertanian tanaman pangan konvensional setiap menitnya. Hal ini merugikan sektor pertanian miliaran dolar setiap tahunnya dan membahayakan kemampuan untuk memenuhi target makan 9,3 miliar orang pada tahun 2050. Sayangnya, dekade pemuliaan tanaman pangan yang mentoleransi salinitas belum menghasilkan terobosan besar yang memungkinkan kita untuk menyelesaikan masalah ini.

Dr. Shabala dan rekan-rekannya mencatat bahwa penelitian terbaru pada ‘salt bladders’ menciptakan kemungkinan untuk memodifikasi gen pada tanaman panagan umum seperti gandum atau beras. Modifikasi genetik ini memungkinkan tanaman-tanaman tersebut untuk mengembangkan salt bladder tanpa berdampak besar pada pertumbuhan dan hasil tanaman.

“Kami sudah mengetahui mengenai gen kunci yang diperlukan untuk menumbuhkan trikoma. Jika kami dapat mempelajari cara mengaktifkan gen yang memicu pergeseran perkembangan dari trikoma biasa menjadi salt bladder, kami kemungkinan dapat menumbuhkan salt bladder eksternal pada setiap tanaman pangan,” kata rekan penulis senior, Prof. Rainer Hedrich, dari Institute for Molecular Plant Physiology and Biophysics, di Würzburg, Jerman.

Mereka yakin bahwa peneliti memiliki semua peralatan yang diperlukan untuk mengidentifikasi transporter molekuler yang terlibat pada penyimpanan garam di dalam salt bladder, serta ‘tombol’ pergeseran perkembangan yang terlibat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here