Bhataramedia.com – Studi yang dilakukan oleh Susan Steck dari Arnold School of Public Health menemukan bahwa asupan tinggi flavonoid (sekelompok senyawa yang ditemukan di dalam tanaman) dapat menurunkan risiko kanker prostat yang bersifat sangat agresif.

“Memasukkan makanan nabati lainnya dan minuman, seperti buah-buahan, sayuran, rempah-rempah dan teh, ke dalam diet kemungkinan menawarkan beberapa perlindungan terhadap kanker prostat agresif,” kata Steck, seorang profesor di Arnold School dan seorang sarjana yang berafiliasi dengan Center for Research in Health Disparities.

“Mengisi piring Anda dengan makanan kaya flavonoid merupakan salah satu perilaku yang dapat memiliki dampak yang menguntungkan pada kesehatan,” katanya, seperti dilansir University of East Anglia (28/10/2014).

Steck menyampaikan temuannya tersebut pada Konferensi Internasional Frontiers in Cancer Prevention Research. Acara tahunan ini disponsori oleh American Association for Cancer Research, yang misinya adalah untuk mencegah dan menyembuhkan kanker melalui penelitian, pendidikan, komunikasi dan kolaborasi.

Studi praklinis sebelumnya telah menunjukkan bahwa flavonoid memiliki efek menguntungkan terhadap kanker prostat, tetapi hanya beberapa studi yang telah meneliti efek dari flavonoid terhadap kanker prostat pada manusia.

Steck dan rekan-rekannya menggunakan data dari 920 laki-laki Afrika-Amerika dan 977 orang kulit putih di dalam North Carolina-Louisiana Prostate Cancer Project yang baru didiagnosis dengan kanker prostat. Peserta menyelesaikan kuesioner sejarah diet yang dilaporkan sendiri untuk menilai asupan flavonoid. Tingkat flavonoid kemudian diukur dengan menggunakan Database dari  Departemen Pertanian AS 2011 untuk konten Flavonoid dari jenis-jeinis makanan yang dipilih peserta.

Para pria dengan total asupan flavonoid tertinggi memiliki risiko 25 persen lebih rendah untuk kanker prostat agresif dibandingkan dengan para pria dengan asupan flavonoid terendah.

“Kami menemukan bahwa total asupan flavonoid yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan peluang untuk kanker prostat agresif pada laki-laki Afrika-Amerika dan Eropa-Amerika. Namun, tampaknya tidak ada subclass dari flavonoid tertentu yang dapat menjadi pelindung yang independen. Hal ini menunjukkan bahwa penting untuk mengkonsumsi berbagai makanan nabati di dalam diet, tidak hanya fokus pada satu jenis makanan tertentu yang kaya akan flavonoid,” kata Steck.

Selain itu, risiko kanker prostat agresif bahkan lebih rendah pada pria yang berusia kurang dari 65 tahun dan pada perokok dengan asupan flavonoid tertinggi. Hasil kuesioner diet mengungkapkan bahwa buah buah-buahan jenis citrus, seperti jeruk dan jeruk keprok,  teh, anggur, stroberi, bawang dan sayuran yang dimasak adalah kontributor utama terhadap total asupan flavonoid diantara para peserta.

“Hasil penelitian ini mendukung rekomendasi kesehatan masyarakat dan pedoman dari organisasi seperti American Institute for Cancer Research untuk mengkonsumsi makanan nabati lainnya,” kata Steck.

“Secara khusus, mengkonsumsi lebih banyak makanan kaya flavonoid kemungkinan bermanfaat bagi orang-orang yang berada pada peningkatan risiko untuk kanker, seperti perokok,” pungkas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here