Bhataramedia.com – Menurut studi terbaru, gangguan pada jam sirkadian manusia dapat menghilangkan mikroba di dalam usus, sehingga berpotensi meningkatkan risiko obesitas.

Hasil penelitian tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa para pekerja shift dan orang-orang yang mendapatkan jet lag dengan melakukan perjalanan sering mengalami kelebihan berat badan.

“Temuan mengejutkan ini dapat memungkinkan kita untuk merancang pengobatan preventif bagi orang-orang tersebut, sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi yang berhubungan dengan kelebihan berat badan,” kata peneliti senior, Eran Elinav, dari Weizmann Institute of Science di Israel.

Di dalam penelitian baru tersebut, Elinav dan rekan –rekannya menganalisis mikroba di dalam tinja manusia dan tikus. Mereka menemukan bahwa mikroba usus mengikuti pola ritmis sepanjang hari. Siklus tersebut tergantung pada kebiasaan makan dan siklus sirkadian manusia maupun tikus.

Studi tersebut menemukan bahwa mikroba usus akan terganggu ketika tikus mengalami jadwal makan abnormal dan perubahan eksposur terhadap cahaya dan gelap. Pada dua orang yang menderita jet lag, beberapa jenis bakteri  usus menjadi lebih umum. Menurut para peneliti, jenis bakteri usus ini terkait dengan obesitas dan masalah di dalam sistem metabolisme tubuh.

“Temuan kami menyoroti target terapi baru yang kemungkinan dapat dimanfaatkan di dalam penelitian yang akan datang untuk menormalkan mikrobiota pada orang-orang pemilik gaya hidup yang sering melibatkan perubahan pola tidur, seperti pekerja shift dan orang yang sering melakukan perjalanan udara,” kata Elinav, seperti dilansir Cell Press (16/10/2014).

“Mentargetkan perubahan berbahaya di dalam populasi mikrobiota usus manusia dengan terapi probiotik atau antimikroba dapat mengurangi atau bahkan mencegah risiko mereka terserang obesitas dan komplikasinya,” tambahnya.

Studi ini diterbitkan di jurnal Cell edisi 16 Oktober.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here