Bhataramedia.com – Dinitrogen oksida (N2O) adalah gas rumah kaca potensial yang juga ikut bertanggung jawab menghancurkan lapisan ozon. Para ilmuwan INRA di Dijon telah menunjukkan bahwa kemampuan tanah untuk menghilangkan N2O didapatkan dari keragaman dan kelimpahan kelompok mikroorganisme baru yang mampu mengubahnya menjadi nitrogen (N2) di atmosfer.

Hasil penelitian yang diterbitkan di Nature Climate Change bulan September 2014 ini, menggarisbawahi pentingnya keanekaragaman mikroba terhadap fungsi tanah dan layanan yang diberikan.

Dinitrogen oksida (N2O) adalah salah satu gas rumah kaca utama, di samping karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4) yang juga bertanggung jawab untuk kerusakan lapisan ozon. Ekosistem darat memberikan kontribusi emisi N2O sekitar 70%, setidaknya 45% terkait dengan produk mengandung nitrogen yang ditemukan di tanah pertanian (pupuk, sisa tanaman, dll).

“Di dalam rangka untuk menurunkan emisi N2O dan mengembangkan lebih banyak pertanian ramah lingkungan, penting untuk memahami proses yang terlibat, tidak hanya di dalam produksi tetapi juga di dalam eliminasi,” jelas para ilmuwan. Eliminasi N20 dapat dicapai dengan mikroorganisme tanah yang mampu mengurangi N2O menjadi nitrogen (N2). Nitrogen adalah gas yang membentuk sekitar empat perlima dari udara yang kita hirup dan tidak memiliki dampak terhadap lingkungan.

Ilmuwan INRA, bekerja sama dengan rekan-rekan dari Swedia dan Irlandia, telah menganalisis 47 sampel tanah yang dikumpulkan di seluruh Eropa dan menunjukkan perbedaan yang sangat besar antara tanah-tanah tersebut di dalam kapasitasnya untuk menghilangkan N2O. Tidak seperti gas rumah kaca lainnya, seperti karbon dioksida (CO2) atau metana (CH4), kemampuan tanah untuk menghilangkan dan menyerap N2O masih sangat sedikit dipelajari sampai sekarang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabilitas yang terjadi terkait dengan kelompok mikroorganisme baru pemakan N2O. Organisme ini telah diidentifikasi oleh tim peneliti yang sama pada tahun 2013, tetapi tidak pernah diperhitungkan di dalam studi yang bertujuan memahami emisi N2O. “Kami telah menemukan bahwa keanekaragaman dan kelimpahan kelompok mikroorganisme yang memakan N2O penting bagi kemampuan tanah untuk menghilangkan N2O,” jelas Laurent Philippot, seorang peneliti INRA di Dijon, seperti dilansir INRA (28/8/2014).

Penelitian ini juga telah membantu untuk menjelaskan pengaruh dari sifat fisikokimia tanah terhadap pengembangan mikro-organisme. Berkat pendekatan metagenomik dan analisis beberapa ratus ribu urutan DNA, para ilmuwan juga mampu mengidentifikasi beberapa kelompok mikroorganisme yang dapat bertindak sebagai bioindikator kapasitas tanah-tanah di Eropa untuk mengubah N2O menjadi N2. Tim peneliti saat ini sedang bekerja untuk mengidentifikasi praktek pertanian yang dapat merangsang kelompok mikroorganisme baru yang memakan N2O ini, untuk memastikan produksi pertanian yang berkelanjutan.

Semua temuan ini menggarisbawahi pentingnya keanekaragaman hayati mikroorganisme tanah terhadap fungsi dan layanan yang dimiliki oleh tanah.

Referensi :

Christopher M. Jones, Ayme Spor, Fiona P. Brennan, Marie-Christine Breuil, David Bru, Philippe Lemanceau, Bryan Griffiths, Sara Hallin, Laurent Philippot. Recently identified microbial guild mediates soil N2O sink capacity. Nature Climate Change, 2014; 4 (9): 801 DOI: 10.1038/nclimate2301.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here