Bhataramedia.com – Dunia pasti terkejut dan sedih ketika Robin Williams bunuh diri setelah perjuangan panjang melawan depresi. Kejutan lainnya yang mengikuti adalah Robin William ternyata juga melawan penyakit Parkinson, kondisi menghancurkan yang menyebabkan tremor dan masalah berjalan.

Tidak ada obat untuk Parkinson, tetapi rempah-rempah yang banyak digunakan di Indonesia, kayu manis, kemungkinan dapat membantu menghentikan perkembangan penyakit Parkinson.

Kayu manis (cinnamon) telah umum digunakan sebagai penguat rasa, dari pasta gigi, teh herbal dan produk-produk makanan lainnya. Selain itu, kayu manis telah menjadi bahan pokok di dalam pengobatan tradisional Cina selama berabad-abad untuk membantu meningkatkan sirkulasi dan pencernaan. Penelitian modern bahkan menemukan bahwa kayu manis ternyata mengandung khasiat yang lebih dari sekedar bumbu serbaguna. Kayu manis ternyata juga dapat menghambat perkembangan penyakit Parkinson.

Menurut beberapa penelitian, efek kesehatan dari kayu manis kemungkinan didapatkan karena kemampuannya untuk mengurangi peradangan dan memiliki efek antioksidan, serta melawan bakteri. Di bawah ini adalah beberapa studi yang menunjukkan manfaat kesehatan dari kayu manis :

1. Penyakit Parkinson

Penelitian di Rush Medical Center menunjukkan bahwa kayu manis dapat membalikkan perubahan otak yang terlihat pada pasien Parkinson. Para peneliti menemukan bahwa ketika kayu manis dikonsumsi, kayu manis dimetabolisme menjadi natrium benzoat dan membalikkan perubahan biokimia, seluler dan anatomi di dalam otak. Tikus yang diberi makan kayu manis menunjukkan fungsi otak dan keterampilan motorik yang lebih baik. Saraf motorikm merupakan bagian yang paling sering terkena pada pasien Parkinson. “Kayu manis berpotensi menjadi salah satu pendekatan paling aman untuk menghentikan perkembangan penyakit pada pasien Parkinson,” kata Floyd A. Davis, profesor neurologi di Rush University.

2. Diabetes

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi kayu manis merupakan cara yang aman dan efektif untuk menurunkan kadar gula (glukosa) darah. Studi yang diterbitkan di jurnal Diabetes Care menemukan bahwa mengkonsumsi kayu manis selama 40 hari dapat mengurangi kadar glukosa darah hingga 29 persen. Peserta diberi kayu manis dengan jumlah 1, 3, atau 6 gram per hari dan semua dosis tersebut sama-sama efektif di dalam mengurangi kadar glukosa.

Studi yang dilakukan di Ball State dan diterbitkan di Journal of Academy of Nutrition and Dietetics menemukan bahwa ketika orang dewasa yang sehat (mereka yang berat badannya rata-rata serta mereka yang obesitas) makan sereal sarapan dengan tambahan 6 gram kayu manis, kadar gula darah mereka turun sebesar 25 persen selama dua jam berikutnya. “Seiring mahalnya perawatan kesehatan, kayu manis kemungkinan menawarkan pendekatan dengan biaya rendah untuk memodifikasi glukosa darah,” kata peneliti Ball State, Jo Carol Chezem. Selain itu, meta-analisis dari 10 studi terkontrol secara acak menemukan bahwa kayu manis mengurangi glukosa darah lebih baik daripada obat Januvia (sitagliptin).

Sejumlah uji laboratorium dan studi pada hewan menunjukkan bahwa kayu manis merangsang reseptor insulin dan menghambat enzim menonaktifkan reseptor insulin, sehingga menghasilkan peningkatan yang signifikan di dalam kemampuan sel untuk menggunakan glukosa.

3. Kolesterol Tinggi

Percobaan klinis terhadap pasien dengan diabetes tipe 2 menemukan bahwa mengkonsumsi hingga 6 gram kayu manis setiap hari dapat mengurangi trigliserida hingga 30 persen, LDL (kolesterol jahat) hingga 27 persen dan kolesterol total hingga 26 persen. Studi dari Penn State University menemukan bahwa menambahkan rempah-rempah, seperti kayu manis, ke dalam makanan tinggi lemak dapat mengurangi tanggapan negatif tubuh terhadap makanan tersebut sekitar 30 persen bila dibandingkan dengan makanan yang sama tanpa rempah-rempah.

4. Kerusakan Otak

Para peneliti dari Tel Aviv University menemukan bahwa ekstrak kulit kayu manis yang disebut CEppt mampu menghambat perkembangan penyakit Alzheimer. Suatu penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan Association for Chemoreception menemukan bahwa aroma dari kayu manis mendorong beberapa daerah di otak yang terlibat di dalam segala hal, dari memori hingga perhatian dan fokus. Studi lainnya oleh para ilmuwan di Agricultural Research Service menemukan bahwa ekstrak kayu manis dapat melindungi sel-sel otak setelah serangan stroke atau cedera otak traumatis.

5. Multiple Sclerosis

Penyebab multiple sclerosis masih belum jelas, tetapi studi menunjukkan bahwa natrium benzoat (komponen dari kayu manis) dapat menurunkan gejala klinis lebih dari 70 persen dengan cara menurunkan kadar molekul pro-inflamasi di dalam sel-sel otak. Pada percobaan dengan hewan yang diterbitkan di Journal of Immunology, natrium benzoat yang dicampur ke dalam air minum secara penuh mampu menghambat MS. Para peneliti di Rush University juga menemukan bahwa kayu manis memiliki sifat antiinflamasi yang muncul untuk menghambat reaksi autoimun yang menyerang dan menghancurkan selubung myelin yang melindungi sel-sel saraf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here