penelitian, peneliti, laboratorium
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Pada perkembangan yang mengarah pada obat generasi baru yang secara tepat mengobati berbagai penyakit, ilmuwan dari kampus Florida The Scripps Research Institute (TSRI) untuk pertama kalinya telah merancang kandidat obat yang menurunkan pertumbuhan sel tumor pada model hewan dengan salah satu kanker yang paling sulit untuk diobati, kanker payudara triple negatif.

“Ini adalah contoh pertama dari mengambil urutan genetik dan merancang calon obat yang bekerja secara efektif pada model hewan terhadap kanker payudara triple negatif,” kata Profesor TSRI, Matthew Disney.”

Studi ini merupakan terobosan dalam pengobatan presisi, karena molekul ini hanya membunuh sel-sel kanker yang mengekspresikan gen penyebab kanker, bukan sel-sel yang sehat. Studi ini dapat mengubah cara identfikasi obat dengan menggunakan genetik suatu penyakit,” lanjut Disney, seperti dilansir The Scripps Research Institute (09/05/2016).

Penelitian yang diterbitkan oleh Proceedings jurnal dari National Academy of Sciences tersebut, menunjukkan bahwa senyawa yang dikenal sebagai Targaprimir-96, memicu sel kanker payudara untuk bunuh diri melalui kematian sel terprogram, dengan secara tepat menargetkan RNA tertentu yang memicu kanker.

Jalan Pintas untuk Kandidat Obat

Sementara tujuan dari pengobatan presisi adalah untuk mengidentifikasi obat yang selektif mempengaruhi biomolekul penyebab penyakit, proses ini biasanya memakan banyak waktu dan pengujian yang mahal pada jutaan calon obat yang potensial untuk mempengaruhi target yang diinginkan. Pendekatan iluwan TSRI menghilangkan hal ini.

Studi baru ini menggunakan pendekatan komputasional yang disebut Inforna. Metode ini berfokus pada pengembangan desain senyawa yang menempel pada lipatan RNA, terutama microRNA.

MicroRNAs adalah molekul pendek yang bekerja pada semua sel hewan dan tumbuhan, biasanya berfungsi sebagai “dimmer switch” untuk satu atau lebih gen, menempel pada transkrip gen dan mencegah produksi protein. Beberapa microRNA telah dikaitkan dengan penyakit. Misalnya, microRNA-96 yang menjadi sasaran studi baru ini, mempromosikan kanker dengan menurunkan kematian sel terprogram. Proses kematian sel terpogram merupakan proses alami tubuh untuk membersihkan sel-sel yang tumbuh di luar kendali.

Pada studi baru ini, berbagai kandidat obat diuji pada model hewan selama 21 hari pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan produksi microRNA-96 dan peningkatan kematian sel terprogram, yang secara signifikan mengurangi pertumbuhan tumor. Oleh karena targaprimir-96 sangat selektif dalam penargetan, sel-sel sehat tidak terpengaruh.

Sebaliknya, Disney mencatat bahwa terapi kanker pada umumnya membunuh sel-sel tanpa pandang bulu, yang sering menimbulkan efek samping sehingga dapat membuat obat ini sulit ditolerir pasien.

“Di masa depan, kami berharap untuk menerapkan strategi ini untuk menargetkan RNA penyebab penyakit lainnya, berkisar dari kanker yang tidak dapat disembuhkan hingga virus patogen seperti Zika dan Ebola,” tambah Research Associate, Sai Pradeep Velagapudi, penulis pertama studi dan anggota dari laboratorium Disney.

Referensi Jurnal :

Matthew D. Disney et al. Design of a Small Molecule Against an Oncogenic Non-coding RNA. Proceedings of the National Academy of Sciences, May 2016.